ITS News

Jumat, 09 Januari 2026
24 Oktober 2015, 10:10

Diploma Sipil Buka Program Magister Terapan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Berbeda dengan program pascasarjana lainnya, program magister terapan ditujukan untuk lulusan S1 dan D4 Teknip sipil yang berniat melanjutkan pendidikannya, namun yang bersifat aplikatif. Ketua Pogram Pendidikan Diploma ITS, Ir M Sigit Darmawan, MEngSc PhD menyatakan bahwa mata kuliah yang didapatkan mahasiswa porogram magister terapan akan lebih bersifat praktek daripada program pascasarjana pada umumnya.

Dalam hal ini, pria yang akrab disapa Sigid ini mengaku Diploma Sipil akan menjadi pionir di ITS untuk mengadakan program studi ini. Sebelumnya, belum ada kampus di ITS yang memiliki program pascasarjana di bidang diploma. “Paling yang terdekat hanya kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Bandung," ungkapnya.
Dibukanya program studi ini bukan tanpa alasan. Selama ini, program pasca sarjana pada umumnya bersifat teoritis. Padahal, lulusan program diploma memiliki mata kuliah yang terapan. Selain lulusan diploma, magister terapan juga ditujukan untuk lulusan teknik sipil yang sudah bekerja. 
Sigid juga mengungkapkan kebanyakan lulusan teknik sipil baik yang S1 maupun diploma yang sudah bekerja malas untuk kembali mempelajari ilmu yang teoritis. Mereka cenderung mencari bidang ilmu yang lebih bersifat terapan. “Karena keperluan studi mereka nantinya akan langsung diterapkan dalam pekerjaan," jelasnya.
Maka dari itulah, magister terapan teknik sipil ini adalah solusi yang tepat bagi tipe orang seperti itu. Selain itu, dengan dimulainya era Masyarakat Eknomi Asean (MEA), Indonesia membutuhkan teknisi di bidang teknik sipil yang sudah mumpuni dalam proyek terapan. Dengan menjadi magister di bidang teknik sipil terapan, tentunya Indonesia akan lebih memiliki tenaga yang lebih ahli di lapangan daripada lulusan magister biasa, apalagi dibanding fresh graduated biasa.
Rencana dibukanya program studi ini telah disetujui oleh senat. Namun, program ini belum begitu saja dapat dijalankan. Pasalnya, peraturan ini masih harus terjegal oleh transisi ITS menjadi PTNBH. “Sehingga, program studi ini baru bisa dibuka pada tahun 2016 nanti," terangnya.
Meski begitu, Diploma Sipil tidak berpangku tangan daja dan menunggu tahun 2016 datang. Berbagai persiapan pun mulai digenjot oleh kapala lab bahan uji material FTSP ITS ini. Ketika mengajukan program studi baru ini, Diploma Sipil juga telah mengajukan kurikulum yang telah disetujui ITS. “Meski begitu, kami masih ingin menyempurnakannya," jelas pria yang mendapat gelar doktoralnya di Newcastle University, Australia ini.
Dia pun tidak khawatir soal peminat program studi ini. Hingga sekarang Sigid mengaku sudah banyak yang mulai tertarik mendaftarkan diri ke program ini. Bahkan, ada yang sudah rajin menanyakan akan waktu dibukanya program studi baru ini. Rata-rata berasal dari kalangan lulusan yang sudah bekerja. 
Dari segi tenaga pendidik, Sigid merasa jurusannya sudah memenuhi standar. Bagaimana tidak, hingga sekarang saja, jurusannya sudah memiliki tujuh doktor dan satu profesor yang siap menjadi pembimbing para mahasiswa magister terapan nantinya. Tinggal sekarang menunggu ITS untuk menyelesaikan masa transisinya menjadi PTNBH. “Jika sudah begitu, insyaallah magister terapan teknik sipil di Kampus Manyar siap dibuka," pungkasnya. (n16)

Berita Terkait