Dikatakan Kepala Pusat Informasi dan Dokumentasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Ir Abdul Rahman Saleh MSc, penting bagi kalangan akademisi untuk mengetahui peran standarisasi. Sebab, kondisi lapangan mengenai standar begitu jauh dari yang diharapkan. Tujuannya, lanjut Rahman, sapaannya, akademisi, peneliti, hingga engineer, bisa terjun langsung dan paham akan standardisasi dunia industri. "Hingga saat ini ITS pelum menjadi pengguna standarisasi terbanyak di Indonesia sehingga tema ini sangat tepat untuk meningkatkan standar di ITS," ucapnya.
Rahman bercerita, sebelum ia bergabung dengan BSN, Tiongkok sudah memborong 500 standar yang ada. "Setelahnya, bahkan hampir semuanya mau dibeli oleh mereka," ungkap pria dengan empat buah hati ini. Ini menandakan, begitu pentingnya standar dalam membantu memajukan institusi hingga negara sekalipun.
Standar yang dimaksud berupa dokumen berisi spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan. Disusun berdasarkan konsensus oleh semua pemangku kepentingan, ditetapkan oleh lembaga berwenang, dipergunakan secara umum dan berulang-ulang untuk memperoleh tingkat keteraturan yang optimum. "Ketika standar ditetapkan dan kemudian dijadikan acuan, maka hal itu dapat dijadikan bahan penilaian. Apakah produk atau pekerjaan sudah sesuai kaidah yang telah dibakukan atau tidak," paparnya antusias.
Contoh sederhananya dalam masa globalisasi ini adalah handphone (HP). Diketahui, HP terdiri dari banyak komponen yang dibuat dari berbagai negara namun tetap bisa compatible. Mengapa? Dijelaskan Rahman, dikarenakan sudah adanya standar tentang prosedur pembuatan komponen tersebut. "Tanpa adanya standar, tidak akan mungkin terjadi kecocokan dan menghasilkan sebuah HP," jelasnya pasti. Kebutuhan dokumen (informasi) standar dilihat dari pengguna itu sendiri.
Nursidik Fadilah Ssos, Kepala Subbidang Dokumentasi dan Data Standardisasi Nasional BSN menambahkan, ke depan semua standar akan di flipbook-an dan SNI Corner yang ada di ITS ini akan tehubung ke sana. Dengan adanya standar, semua proses produksi apapun, termasuk pembuatan komponen pesawat bisa dibuat di mana saja. "Misalnya saja, sayap pesawat terbang dibuat di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN)," sebutnya. (owi/pus)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian