Dalam sambutannya, Rektor ITS pun menegaskan pentingnya melatih SDM berkualitas untuk menjadi MC, minimal sekadar berkomunikasi baik dengan publik. "Ingat ITS sudah PTN BH, waktunya sudah berbeda. Maka budaya harus diubah mulai sekarang, kita harus merubah kultur agar mampu berkomunikasi baik dengan orang lain," paparnya antusias.
Dyah Sri Cahyaningtyas, announcer Radio Sindo Trijaya mengawali workshop ini dengan menceritakan kisah hidupnya yang mahir berbicara sejak mengikuti sebuah organisasi paduan suara. "Aral tak berhenti sampai di sana, setiap hari berbicara namun mengapa selalu grogi untuk di publik?" tukasnya kepada para peserta.
Mengambil dari bahasa psikologi, jawaban dari pertanyaan Dyah adalah mental blocks. Bagi wanita lulusan Jurusan Komunikasi ini, mental blocks setiap orang berbeda dan mudah dihadapi jika tahu kuncinya. Misalnya, berdamai dengan rasa takut, olah fisik, melakukan afirmasi, visualisasi dan olah pernafasan, serta biasakan mengembangkan pertanyaan.
Ia melanjutkan, beberapa hal yang perlu disiapkan agar sukses berkomunikasi adalah mengenali diri dan perbanyak komunikasi dengan stakeholder yang jarang ditemui. "Membaca satu demi satu acara dengan lafal dan intonasi yang jelas, serta tak perlu mengulas materi pembicaraan ketika pembicara selesai bicara," ujar wanita ber-syal ini. Bagi Dyah, sebenarnya bakat bukanlah segalanya, melainkan hanya satu persen berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Sisanya adalah kerja keras.
Sementara itu tips menarik menjadi MC juga datang dari Sammy Joe, presenter SBO TV. Ia mengatakan dalam menjadi MC perlu diperhatikan suara dan cara berbicara, kontak mata, ekspresi wajah, serta bahasa tubuh. Keempat elemen ini dinilai sangat krusial baik dalam acara formal maupun semi formal. "Dengan demikian acara menjadi tidak monoton dan dapat memuaskan para penonton," tukasnya.
Tak hanya mampu berteori, Sammy pun berhasil menuangkan pembelajaran semi praktik kepada peserta workshop. Ia menambahkan, setelah bertahun-tahun menjadi seorang presenter, kini ia dapat mengenali empat karakteristik MC pada umumnya. Empat karakteristik MC tersebut adalah ekstrovert, generalis, fleksibel dan friendly.
Menurutnya, seluruh karakteristik tersebut tak lepas dari karakter asli dan kemahiran MC. Sammy menjelaskan, ekstrovert adalah mereka yang suka mengekspresikan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Sementara itu, generalis adalah mereka yang pintar bicara jujur dan apa adanya. Fleksibel adalah mereka yang mudah beradaptasi dan luwes. Sedangkan friendly adalah mereka yang mudah bergaul dan ramah.
Bagi Sammy, semua karakter ini sebenarnya tak ada yang buruk di mata publik. "Yang penting speak up dan tidak pemalu. Karena itu adalah syarat utama menjadi MC," pungkasnya tegas. (riz/pus)
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan
Kampus ITS, ITS News — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan melalui Program Pengabdian