ITS News

Sabtu, 10 Januari 2026
18 Oktober 2015, 20:10

2017, ITS Siap Jadi Universitas Kelas Dunia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Saat ini ITS masih menduduki peringkat di atas 701 dalam pemeringkatan dunia versi QS World University Ranking (QS WUR). Padahal Kemristek Dikti menargetkan minimal ITS menduduki peringkat ke-500 dalam QS WUR. Saat ini, baru terdapat dua perguruan tinggi di Indonesia yang bercokol di ranking 500 besar dunia. Mereka adalah Universitas Indonesia di urutan 358, dan Institut Teknologi Bandung di nomor 431-440.

"Masih perlu banyak pembenahan dan penyesuaian. ITS tidak bisa hanya mengejar ranking, tapi kualitas. Kita harus sadar kalau ITS punya kemampuan, namun harus berdasarkan standardisasi, yaitu WCU," ujar Joni. Saat ini telah dibentuk panitia addhock yang khusus menangani kesiapan ITS menuju WCU.

Panitia langsung diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerjasama, Prof Dr Ketut Buda Artana, ST MSc dan membaginya menjadi enam poin kerja. Keenam poin tersebut disesuaikan dengan metodologi yang digunakan oleh QS WUR, yaitu Academic Reputation, Employer Reputation, Faculty Student Ratio, Citation per Faculty, International Student Ratio, dan International Staff Ratio.

"Yang paling penting, produktivitas dalam berkarya harus ditingkatkan lagi," ujar Joni. Tak hanya berasal dari dosen, namun seluruh sivitas akademika juga harus terlibat di dalamnya. Indeks untuk paper bisa dihitung melalui jumlah paper yang masuk, yaitu 1200 paper dibagi dengan jumlah dosen ITS, yaitu 1000 dosen. Indeks tersebut menghasilkan angka 1,2 untuk ITS. Namun, angka tersebut masih jauh di bawah perguruan tinggi lain di Indonesia yang masuk ke dalam 500 dunia, yaitu lebih dari 2,0.

Selain itu, sitasi juga menjadi penilaian penting dalam QS WUR. Sitasi merupakan pustaka dari sejumlah paper yang dirujuk atau dikutip oleh peneliti lain dan dimuat dalam daftar pustaka yang mengutip. Indeks dari sitasi itu sendiri dihitung melalui jumlah sitasi yang telah ada dan dibagi dengan jumlah keseluruhan paper yang dimiliki ITS.

Di sisi lain, peningkatan kualitas dosen juga harus diperhatikan. "Saat ini lebih dari separuh dosen ITS telah bergelar doktor," terang Guru Besar Jurusan Teknik Lingkungan itu. Oleh karena itu menurut Joni, hendaknya semakin banyak publikasi internasional dan karya-karya yang dihasilkan dosen ITS.

Tak hanya itu, kiprah ITS di kancah internasional juga harus menjadi hal yang patut diperhatikan. Hal ini mengingat kiprah ITS dalam kegiatan internasional masih belum banyak. Salah satu cara agar ITS dikenal di kancah Internasional yaitu dengan lebih banyak memberikan kesempatan sivitas akademika ITS untuk exchange dan aktif dalam event internasional.

"Saat ini mahasiswa sudah menuai berbagai prestasi, seperti PIMNAS, kontes robot, simulasi sidang PBB, student exchange, atu pun juara di berbagai kompetisi skala internasional. Saya berharap, tidak hanya mahasiswa, jumlah dosen yang berprestasi harusnya semakin banyak," harap Joni menutup pembicaraan. (oti/mis)

Berita Terkait