Menurut Dr Ing Setyo Nugroho, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), pertemuan tersebut membahas mengenai keberlanjutan program SIDI yang sudah dijalankan sebelumnya di Pulau Poteran, Kabupaten Sumenep. Diskusi antara Students’ Research and Development Teams (SR&DT) dengan Dow Chemical guna merumuskan rencana strategis pun dilakukan. ”Seminggu kedepan, mereka akan mengaji mengenai kelayakan bisnis mengenai Tanaman Kelor atau Moringa di sana,” ucap Setyo.
Lebih lanjut, Setyo menjelaskan, Dow Chemical juga akan mengajak SR&DT untuk merancang langkah mengenai bagaimana cara membuat model bisnis kanvas dengan baik. Sebab fokus penelitian utama pada daerah ini adalah studi ekstrak herbal tropis yang dapat digunakan untuk produk medis, nutrisi, kosmetik, bahkan biomassa.
Tak tanggung-tanggung, dalam diskusi tersebut rupanya lebih menitikberatkan mengenai bagaimana cara produk hasil penelitian ini dapat tembus di pasar internasional. ”Sehingga kita perlu menganalisis kondisi pasar beberapa benua seperti Eropa,” imbuhnya.
Dijelaskan Setyo, sebenarnya bisnis mengenai Tanaman Kelor ini sudah ada di Pulau Poteran sebelumnya. Namun ia menilai pasar bisnis produk tersebut hanya sampai lokal. Bahkan persediaan produk juga sangat terbatas dan tidak konstan. ”Sehingga kita juga perlu memikirkan bagaimana cara agar produksi dari produk Tanaman Kelor ini tetap stabil,” terang Setyo.
Menurut Setyo, SIDI memiliki potensi besar sebagai salah satu cara pengembangan konsep keberlanjutan untuk pulau-pulau kecil di Indonesia. Maka dari itu, ia berharap SIDI dapat difungsikan sebagai payung yang dapat mencakup berbagai penelitian dan implementasi kegiatan dari multidisiplin ilmu.”Sebab dibutuhkan berbagai pandangan dan aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mencapai hal itu . Mulai dari aspek teknologi, energi, ekonomi , lingkungan, sosial bahkan pendidikan,” tegas dosen Jurusan Transportasi Laut ITS ini.
Terlepas dari itu, SIDI sendiri merupakan program penelitian hasil kerjasama ITS dengan Wismar University, German dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Didirikan pada tanggal 10 November 2012, program ini meneliti dua pulau, yakni Pulau Poteran di Kabupaten Sumenep dan Pulau Maratua yang bertempat di Kabupaten Berau. Program tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pembangunan dan pemberdayaan pulau-pulau kecil di Indoneisa.(ila/ao)
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai
Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya untuk memperkuat internasionalisasi kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka pendaftaran
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)