ITS News

Rabu, 14 Januari 2026
27 April 2015, 20:04

ITS Jadi Pilihan Pertama Kunjungan Dubes Inggris

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menurutnya, ada tiga negara yang diprediksi akan menjadi kekuatan besar di masa depan. Mereka adalah India, China, dan yang ketiga adalah Indonesia. Ia mengatakan Indonesia memiliki keunggulan dari segi jumlah populasi dan kaum muda yang membuncah. ”Hal ini memberi kekuatan besar bagi Indonesia di sektor tenaga kerja,” ungkap pria paruh baya ini.

Pria Inggris yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik ini juga mengungkapkan kekagumannya pada sumber daya alam Indonesia yang kaya. Dengan gabungan sumber daya alam dan tenaga kerja yang melimpah, tak heranlah jika Indonesia mulai dilirik oleh para investor dari Perancis dan Amerika. ”Lalu tak ketinggalan juga, kami dari Inggris,” ungkapnya sambil tertawa.

Hal itu pun mempengaruhi kebutuhan pembangunan di bidang manufaktur dan energi menjadi hal vital dalam pembangunan Indonesia. Selama ini, Moazzam mengaku kerjasama yang terjalin dengan pihak Inggris banyak berkecimpung dalam aspek finansial, manufaktur, dan energi. "Namun sayang, tidak satu pun kerjasama mengenai masalah lingkungan," ujarnya.

Hal itu tentunya sangat disayangkan, mengingat pertumbuhan industri berbanding lurus dengan jumlah polusi yang dihasilkan. Ketidakseimbangan antara pembangunan dan perawatan alam mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrim di Indonesia. Maka dari itu Moazzam menghimbau agar masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa ITS untuk mulai memperhatikan masalah lingkungan.

Meskipun melihat dan mengagumi potensi besar yang dimiliki Indonesia, ada satu hal yang mengusik pikiran Moazzam. Hal itu adalah sikap pemalu yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia. Moazzam menduga sikap pemalu Indonesia mungkin muncul dari rasa sungkan bertemu dengan warga asing, atau pun karena kendala bahasa. Menurutnya, masyarakat Indonesia harusnya tidak perlu menunjukkan rasa malu dan tertutup. "Kami berusaha mengerti anda, sikap pemalu hanya memunculkan penghalang diantara kita," ujar Moazzam kepada peserta.

Pria beruban ini khawatir sikap malu bangsa Indonesia bisa menjadi ancaman serius akan potensi Indonesia. Apabila rasa malu terus muncul, Moazzam khawatir itu akan membuat Indonesia menjadi tertinggal dalam hal komunikasi, yang berimbas pada ketertinggalan pembagunan. Untuk itulah, Moazzam menghimbau Indonesia, khususnya mahasiswa ITS untuk membuka diri pada pihak asing.  "Indonesia punya potensi, dan juga kesempatan. Maka dari itu, rebutlah kesempatan itu selagi anda mampu," pungkasnya. (gol/man)

Berita Terkait