Dalam orasi tersebut, Risma mengakui keberhasilan dari capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Surabaya bukan hasil kerja semalam atau kebetulan belaka. Hasil tersebut, menurutnya, diraih melalui pengalaman kegagalan karena beragam kesulitan dan hambatan di awal pengerjaan program.
Risma melanjutkan, faktor komitmen, konsistensi, dan integrasi adalah sesuatu yang mutlak dalam setiap perencanaan pembangunan. Perencanaan tersebut berupa master plan yang sejak awal tahun tujuh puluh hingga kini diimplementasikan secara konsisten. Perencanaan yang disusun mengandung komitmen bahwa pembangunan sejati mengutamakan manusia sebagai pemilik dan pemakai. Sedangkan struktur fisik sebagai sarana mewujudkan tujuan membangun manusia yang bermartabat.
Menurutnya, keberlanjutan pengembangan RTH di Kota Surabaya ditentukan lewat bagaimana generasi saat ini dan mendatang memahami lingkungan hidup sangat diperlukan. Karena itu, lanjutnya, edukasi secara formal dan informal harus dilakukan untuk memberi pemahaman terhadap hal tersebut.
Ia meyakini konsep edukasi seperti program eco-school, eco-office dan eco campus merupakan bagian edukasi yang menyentuh kalangan dengan lebih luas. Selain itu, program car free day, green and clean, dan merdeka dari sampah juga menjadi bentuk edukasi secara implisit yang memberi kepekaan dan kepedulian masyarakat untuk menjamin keberlanjutan lingkungan kota.
Tak hanya itu, Risma menambahkan faktor partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan RTH. Dalam konteks ini, pemerintah dan masyarakat bersinergi menyatukan peran masing-masing dalam pembangunan. ”Tidak akan terjadi pencapaian jika hanya satu pihak yang bekerja,” ujar alumni ITS jurusan Arsitektur tersebut.
Risma juga menambahkan perancangan bentuk lampu dan metode pencahayaan yang artistik dan unik masih perlu dikembangkan di masa depan. Apalagi, kombinasi penerangan memakai lampu Light Emitting Diode (LED) dapat memberi suasana dinamis bagi mutu RTH dan taman.
Sedangkan, menurut walikota terbaik urutan ketiga versi worldcitymayor.com ini, tantangan terbesar yang akan dihadapi di masa mendatang adalah upaya mempertahankan dan meningkatkan hasil yang dicapai untuk disampaikan ke generasi penerus. Namun, hal itu bisa diantisipasi jika prinsip utama dalam pembangunan tidak hanya membangun benda tetapi manusianya juga. ”Pembangunan sejati adalah pembangunan manusianya, bukan bendanya,” tandasnya. (van/man)
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai
Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya untuk memperkuat internasionalisasi kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka pendaftaran
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)