ITS News

Rabu, 21 April 2021
24 Februari 2015, 11:02

Program Edukasi Pertama ESRI Digelar di ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Program edukasi ESRI melibatkan 30 universitas di Indonesia. Beruntungnya, ITS adalah kampus pertama yang dikunjungi ESRI kali ini. Dalam acara ini, ESRI mendapuk Ambassador dari Los Angeles, Rachel Kornak. Educational Service esri, Fikriyah Winata mengungkapkan, ESRI bekerjasama dengan ITS dalam bidang pendidikan, "Selama dua minggu mulai selasa ini (24/2) kami akan memberikan workshop, guest lecture, modul, dan lain sebagainya di ITS," ujar Fikri.

Di workshop pertamanya, Rachel menjelaskan fungsi dari GIS. Menurutnya, GIS adalah salah satu tool atau software di mana seseorang bisa menentukan masa depan melalui data-data yang ada. "Entah itu perencanaan bangunan, jarak tempuh, menentukan lokasi, maupun perencanaan biaya untuk sebuah bangunan yang akan di buat. Kamu bisa membangun rumah sakit baru, atau bangunan lainnya dengan GIS," ujar trainer yang telah menjejali 43 negara tersebut.
Dosen di Penn State University di PA USA tersebut juga mengungkapkan, GIS juga dapat digunakan untuk memprediksi cuaca serta iklim di Indonesia. Berbeda dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), GIS lebih kompleks menangani tentang kebumian.
Dalam pemanfaatan GIS, sivitas akademika ITS pun akan dipermudah dengan adanya ESRI center community. Pasalnya, sejak Sabtu (21/2) yang lalu,  ITS telah resmi meluncurkan website khusus ESRI dengan alamat esri.its.ac.id. Di dalamnya berisi tentang hal-hal seputar ESRI, utamanya tentang GIS yang kini semakin banyak digeluti. Ini merupakan kali kedua ESRI center community dibuat di Indonesia.
Dengan dibukanya ESRI center community, diharapkan pengetahuan mahasiswa mengenai GIS akan semakin berkembang. "Terlebih lagi jika GIS dibuat riset atau tema dalam tugas akhir mahasiswa," ujar ketua panitia, Agung Budi Cahyono, ST MSc DEA. Agung mengungkapkan, esri center community akan resmi diumumkan di akhir rangkaian acara pada Jumat (6/3) mendatang. 
Ia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa memiliki bekal yang cukup setelah lulus nanti. terutama dalam hal pemahaman terkait GIS itu sendiri. Sehingga mahasiswa bisa menyeimbangkan perkembangan GIS yang semakin pesat. (oti/guh)

Berita Terkait