Lanjut Agus, kita tidak bisa memihak, karena negara membutuhkan keduanya, Walaupun, KPK berposisi sebagai adhoc, negara juga ingin Polri dan perangkat hukum bersih, transparan dan bekerja seefisien mungkin.
Senada dengan pengunjung lainnya, Helman Kamal Husin, peraih rekor MURI dengan mengelilingi 22 provinsi se-Indonesia. Ia memberikan dukungan yang sama dengan Agus dan Suprapto. Dikatakan Helman, ia ingin agar seluruh warga Jatim minimal mengetahui aksi ini. "Saya jalan kaki, berkeliling selama empat tahun. Agar menarik orang banyak dan membuat sekitar sadar, lebih baik kita gerakkan spanduk ini dan keliling agar semua warga Surabaya tahu dan pemerintah tahu kita peduli dengan penyelamatan penegak hukum dari kriminalisasi," ujar pria asal Semarang.
Mendukung pernyataan Helman, salah satu warga Surabaya lainnya juga mengapresiasi aksi yang diselenggarakan IKA ITS ini. Suroso Asamputro ini kagum dengan gerakan kritis dari ITS. "Saya sangat mendukung aksi ini, mahasiswa ITS harus lebih kritis lagi menyikapi segala hal di negara kita. Gerakan ini bisa menjadi awalan tuntutan kepada pemerintah apalagi di Surabaya jarang ada demo," tutur pegawai swasta ini. (riz/ady)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai