Menurut Ainur Rachmad Hidayat selaku ketua tim, ide pembuatan alat eco desalinator ini berawal dari masalah krisis air bersih yang melanda beberapa daerah khususnya daerah pesisir saat musim kemarau tiba. "Eco desalinator buatan kami ini dapat menjadi alternatif baru untuk mengatasi masalah krisis air bersih yang terjadi," ujarnya.
Ia mengungkapkan, eco desalinator merupakan alat destilasi air laut yang prinsip kerjanya menggunakan sistem konsentrator panas surya. Diakui Ainur, alat ini sangat efektif untuk digunakan sebagai penyedia air bersih bagi beberapa daerah yang mengalami krisis air bersih.
Menurut Ainur, untuk menggunakan alat ini sangatlah mudah. "Awalnya, panas matahari yang ada akan dipantulkan dan difokuskan menuju boiler tempat penampungan air laut menggunakan cermin parabolic. Selanjutnya uap yang dihasilkan dari boiler tersebut dialirkan menuju pipa uap yang kemudian didinginkan untuk menjadi air bersih," tutur pria asal Sumenep ini.
Dalam proses pembuatan alat ini, Ainur mengaku mengalami kesulitan. "Kesulitan yang dialami oleh tim kami yaitu proses pendinginan pipa dilakukan dengan cara manual. Hal ini menyebabkan air yang dihasilkan menjadi panas," paparnya.
Alat ini pun mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya, alat ini mampu menghasilkan air bersih sebanyak 1,3 liter per tiga jam. Selain itu, air yang dihasilkan telah diuji kualitasnya di Laboratorium Kualitas Lingkungan, hasilnya menunjukan bahwa air tersebut telah memenuhi standar baku mutu air minum.
Ke depan, ia dan timnya berharap agar alat temuannya ini dapat diterapkan di beberapa daerah yang sering mengalami krisis air bersih. Selain itu untuk mengembangkan alatnya, mereka berencana melakukan penelitian lagi. ”Kami juga berencana untuk mengganti proses pendinginan pipa menggunakan alat heat exchanger agar lebih efektif,” pungkasnya. (sho/ady)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menggelar program Internasional Community and Technological Camp (Commtech)
Kampus ITS, ITS News — Menyambut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh