Bersama Assoc Prof Nicholas Hutchins dari University of Melbourne, mereka menggandeng empat orang lainnya untuk turut bergabung dalam tim riset. Mereka adalah Dr Ir I Ketut Suastika dari ITS, Dr Ir Lavi Rizki Zuhal asal ITB, dan Dr Jason Monty serta Bagus Nugroho dari University of Melbourne.
”Bagus Nugroho, anak Indonesia yang sedang menempuh kuliah S3 tersebut yang menjembatani kolaborasi riset ini. Dengan saya sebagai ketua tim dari pihak perguruan tinggi di Indonesia, dan Prof Nicholas sebagai ketua dari pihak Australia,” tutur pria yang akrab disebut Ikap tersebut.
Lebih lanjut, riset yang dilakukan tim ini sejatinya berfokus pada sektor energi. Dengan judul Enhancement of Energy Sustainability in Maritime and Air Transport Systems, riset ini bertujuan untuk menghasilkan invovasi dalam mengefisienkan transportasi laut dan udara. Ketika ditemui, Ikap menjelaskan bahwa riset ini meneliti pengaruh tekstur permukaan terhadap gesekan tarik turbulen.
Ide awal riset ini datang dari keinginan University of Melbourne yang menyadari visi kemaritiman Indonesia. Menurutnya, akselerasi perkembangan maritim dapat lebih cepat jika penggunaan energi kapal efisien. ”Efisiensi dapat dicapai dengan penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan atau desain kapal yang dapat menimbulkan gesekan lebih ringan sehingga irit bahan bakar,” paparnya.
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai