Dr Setyo Nugroho, menjelaskan kegiatan penanaman ini adalah wujud perbuatan mulia untuk peradaban Indonesia. ”Selain membantu program pemerintah Kota Surabaya, nantinya tanaman ini sendiri akan dirawat oleh petani Romo Kalisari Wonorejo sehingga membantu masyarakat sekitar juga,” imbuh dosen yang disapa Yoyok ini.
Setelah proses penanaman, Yoyok mengatakan dalam tiga bulan akan dilakukan satu kali peninjauan mangrove. Hasilnya akan dibagikan kepada peserta dalam bentuk foto melalui email.
Ia memperkirakan tanaman mangrove baru akan terlihat hasilnya dari lima sampai 10 tahun ke depan. ”Akan diberikan sertifikan kepada mereka sebagai bukti telah berkontribusi menanam mangrove di kota Surabaya,” jelasnya.
Prof Dr Manfred Ahn mengungkapkan, penanaman mangrove seperti ini penting bagi sebuah negara. Menurut Manfred, tanaman yang hanya tumbuh di pesisir pantai ini mempunyai keistimewaan sendiri untuk melindungi garis pantai dari pengikisan.
Dosen asal Kanada ini juga mengibaratkan pertumbuhan mangrove layaknya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekonomi suatu negara bisa berkembang seperti penanaman mangrove. ”Yang bisa selalu tumbuh hingga lima sampai 10 tahun ke depan,” pungkasnya. (van/ran)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai