Kali ini, ITS mengundang Ray Asmoro, Founder of PT Formula Bisnis Indonesia. Roy mengawali kuliah tamu ini dengan menceritakan pengalaman bisnisnya. Tak hanya menceritakan bagaimana ia bisa menjadi orang sukses, tapi juga bagaimana ia bisa mencari ide untuk bisnis kreatif.
Ray menjelaskan secara rinci apa arti bisnis sesungguhnya. Menurutnya, bisnis adalah bagaimana kita bisa menciptakan nilai-nilai. Nilai yang dimaksud di sini adalah ketika seseorang bisa menjadi lebih baik setelah mendapat keuntungan dari bisnisnya.
Ia melanjutkan, hal ini lantaran banyak ditemui pengusaha yang cenderung boros setelah mendapat keuntungan. "Seharusnya, setelah mendapat keuntungan kita bisa mengkonversinya menjadi sesuatu yang lebih berguna. Misal, uang yang didapat bisa untuk kuliah atau investasi kembali," terangnya.
Selain itu, dalam pemaparannya, laki-laki asal Banyuwangi ini mempertegas perbedaan menonjol antara uang dan keuntungan. Misal, jika seseorang menciptakan sebuah bisnis dan mendapatkan keuntungan sepuluh persen, belum tentu uang yang dia dapat juga memiliki jumlah yang sama. "Ini karena keuntungan yang didapatkan bisa saja masih mengandung piutang," ungkapnya.
Secara keseluruhan, Roy mengaku bahwa materi yang ia sampaikan dalam kuliah tamu ini tidak akan ditemukan dalam mata kuliah Technopreneur. "Saya cenderung menjelaskan hal-hal yang bersifat tidak umum. Seperti perbedaan uang dan keuntungan tadi, supaya mereka mengerti arti bisnis di mata eksekutor seperti kami," pungkasnya. (pus/ady)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika