Yudha Prasetyawan ST MEng, penanggung jawab acara menyatakan seminar ini guna menjebatani dunia pendidikan dengan dunia industri agar hubungannya lebih harmonis lagi. Telah diketahui bahwa etos kerja dari lulusan SMK Surabaya kurang bagus. "Banyak pabrik yang tidak mau mempekerjakan lulusan SMK Surabaya, dikarenakan banyak yang seminggu bekerja langsung cuti atau mengundurkan diri," ujar Yudha. Maka dari itu diadakan seminar sekaligus outbond, agar siswa SMK memiliki karakter yang pekerja keras, tangguh, dan tidak malas bekerja.
Sedikitnya 200 peserta hadir pada acara ini. Mereka terdiri dari siswa SMK di Surabaya, SMK di Lumajang, LKP, Manajemen Bisnis ITS, serta Stikosa. Dalam seminar ini, para siswa SMK diajarkan untuk menjadi seorang entrepreneur sejati guna mengentaskan masalah pengangguran. Selain itu, peserta SMK juga diberikan materi mengenai ketangguhan dalam dunia kerja yang dibawakan oleh Astra Grup. Terakhir, materi mengenai persiapan menghadapi AEC pun tak lupa disampaikan.
Setelah menerima materi, mereka diajak mengikuti outbond di halaman Perpustakaan. Bersama 29 mahasiswa asing, para siswa SMK ini ternyata sangat antusias. "Mereka ini dilatih untuk tidak canggung berkomunikasi dengan mahasiwa asing," paparnya.
Terakhir, Yudha berharap agar para siswa SMK yang mengikuti pelatihan ini, dapat menyalurkan ilmunya kepada sesama teman sebayanya. "Mereka yang dikirim di sini semoga dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing," ujarnya. (ila/ady)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai