Holil berhasil menyandang predikat doktor dengan judul disertasi Senyawa-Senyawa Pewangi dan Perisa Baru Turunan 5-(2-Propenil)-1-3-Benzodioksola dari Minyak Lawang. Namun, untuk predikat baru akan diumumkan ketika wisuda.
Menurut Holil, Indonesia merupakan salah satu negara pusat megabiodeversity yang mampu menghasilkan 40 dari 150 jenis minyak wangi. Namun, total pasar minyak atsiri Indonesia di pasar dunia dinilai rendah, hanya 2,6 persen.
Tidak hanya itu, minimnya industri turunan senyawa minyak di Indonesia juga melatarbelakangi Holil melakukan penelitian itu. Sampai detik ini, minyak lawang yang merupakan bagian dari minyak atsiri hanya dimanfaatkan sebagai minyak gosok.
"Padahal jika diteliti lebih lanjut, minyak lawang berpotensi menghasilkan nilai tambah lebih besar. Seperti dengan adanya senyawa safrole dalam minyak lawang. Jika diturunkan, senyawa tersebut memiliki banyak senyawa turunan yang dapat digunakan sebagai pewangi dan perisa,” ungkap Holil, seperti dinukil dari ITS Online, Jumat (12/9/2014).
Melalui disertasi itu, Holil mampu menemukan dan membuat senyawa-senyawa baru yang dapat digunakan untuk pewangi dan perisa. Bahkan, ayah tiga anak itu berhasil menemukan berbagai atribut aroma yang dominan, yakni buah-buahan, aroma manis, dan sirus. (mrg)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika