Dengan tema yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni Solving Local Problems with Global Knowledge. ITS mengajak para peserta untuk saling bertukar ide untuk mencari solusi dari permasalahan lokal dengan pengetahuan global. Dari kegiatan ini, ITS ingin membuat salah satu wadah berdiskusi antar mahasisawa mancanegara. "Summer Program ITS ini meliputi tiga bidang yakni, budaya, bahasa, isu teknologi dan masa kini," papar Volunteer Coordinator of ITS IO, Rizal Malawi.
Pria yang biasa disapa Rizal ini mengungkapkan, jumlah peserta Commtech tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. "Dari 48 orang menjadi 57 orang," ucap mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan ini. Peningkatan jumlah negara juga terjadi pada tahun ini, terdapat 18 negara yang mengikuti ajang bergengsi ini. Terdapat negara baru yang mengikuti program ini seperti, Amerika Serikat, Peru, Ethopia, Algeria, dan Rusia. Sedangkan negara yang rutin mengikuti acara ini adalah Malaysia, Jepang, China, Filipina, Timor Leste, Inggris dan lain sebagainya.
Rizal mengungkapkan, SPE yang dapat diartikan dengan kunjungan Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan rangkaian acara Commtech 2014 yang memiliki tujuan untuk mengenalkan para peserta dengan orang Indonesia. "Dengan adanya SPE, para peserta tidak hanya dapat membangun komunikasi dengan lingkup ITS tetapi dapat berkomunikasi dengan penduduk kota," jelasnya. Selain itu SPE juga memiliki tujuan untuk mengenalkan produk-produk asli Indonesia. Para peserta juga dapat berinteraksi langsung dengan pemilik UKM.
Dalam kunjungan UKM ini, terdapat tujuh UKM yang akan di datangi oleh peserta Commtech 2014. Yaitu UKM herbal, ikat jumput, tas, kerupuk, tempe, kerang, dan kue. Peserta akan dibagi menjadi enam grup. "Tiap grup terdiri dari sembilan sampai sepuluh orang, dan tiap grup mengunjungi tiga UKM," ujarnya. Dalam kunjungan UKM ini, para peserta dibagikan voucher sebesar Rp 250 ribu untuk digunakan berbelanja pada UKM yang dikunjunginya.
Rosieanne Ramires, Peserta dari University of the Philippines Dilliman, mengungkapkan, ia sangat tertarik dalam acara kunjungan UKM ini. "Saya sangat tertarik dengan toko herbal yang berada di Indonesia," ujarnya bersemangat. Selain itu, dia ingin mengetahui bagaimana cara orang Indonesia meracik ramuan herbal. Dalam kunjungan UKM ini ia pun ingin membeli sabun dan body lotion untuk sanak keluarganya, dan juga gantungan kunci untuk temannya.
Senada dengan Ramires, Natalie Reberger, Mahasiswi Evergreen State University, USA mengungkapkan bahwa ia juga sangat tertarik dalam kunjungan UKM ini. "Saya mahasiswi Jurusan Bisnis, saya ingin tahu bisnis di Indonesia ini seperti apa," tuturnya. Natalie juga menuturkan bahwa dirinya sedang mempelajari ekonomi di wilayah Asia Tenggara dan ingin mengetahui berbagai UKM yang berada di Indonesia. Dalam kunjungan ini dia juga ingin membeli buah tangan khas Indonesia yakni, Batik. (ila/fin)
Kampus ITS, ITS News — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui penyelenggaraan Inhouse
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengukuhkan perannya di kancah global dengan memimpin forum
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut ambil bagian dalam Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut