Menyadari akan pentingnya internasionalisasi, dua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini termotivasi untuk mengikuti berbagai acara internasional secara aktif. ”Telah menjadi passion saya untuk belajar hal baru, berpikir diluar kebiasaan dan memperluas jaringan dengan teman-teman baru,” ungkap Achmad menjelaskan motivasinya.
Dihelat di Kobe University of Foreign Studies, JUEMUN menghadirkan lebih dari 170 mahasiswa perwakilan dari 50 negara seantero dunia. ”Mitsuhei Muratta yang merupakan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang pun juga didapuk menjadi pembicara,” tambahnya.
Setelah melewati berbagai sesi debat, negoisasi, dan diplomasi selama tiga hari, kedua mahasiswa ITS ini berhasil mendapat penghargaan Outstanding Delegate. Achmad mendapat penghargaan prioritas kedua dalam topik mengenai peningkatan kualitas pembelajaran. Sementara David berhasil meraih penghargaan prioritas ketiga dalam topik bahasan berbeda, Foster Global Citizenship. Dalam benak mereka berdua, tidak terbersit perasaan bahwa mereka akan meraih penghargaan. ”Karena kami justru sibuk merencanakan trip kami di Jepang agar tidak tersesat,” cetus David sambil tertawa.
Terakhir, mahasiswa asal Makassar ini berpesan, agar mahasiswa ITS bergerak aktif dalam hal internasionalisasi tanpa harus menunggu inisiatif kampus. ”Tidak ada salahnya memperluas pengetahuan dengan ilmu lain seperti ilmu politik, sosial, dan budaya,” tuturnya. Achmad pun mendukung pernyataan David, ia mengatakan bahwa banyak talenta mahasiswa ITS yang bisa diperdalam. Menurutnya semua orang bisa bergerak untuk internasionalisasi, hanya tinggal berani bergerak atau tidak. (imb/fin)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika