ITS News

Senin, 19 Januari 2026
13 Juli 2014, 01:07

Mahasiswa ITS Raih Penghargaan di JUEMUN

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menyadari akan pentingnya internasionalisasi, dua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini termotivasi untuk mengikuti berbagai acara internasional secara aktif. ”Telah menjadi passion saya untuk belajar hal baru, berpikir diluar kebiasaan dan memperluas jaringan dengan teman-teman baru,” ungkap Achmad menjelaskan motivasinya.

Tahun 2014 ini, JUEMUN mengangkat tema tentang United Nation Secretary General’s Global Initiative in Education. ”Pembahasan tema dibagi kedalam tiga topik yang menjadi prioritas, yaitu memasukkan seluruh anak ke sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan Foster Global Citizenship,” ujar David panjang lebar.

Dihelat di Kobe University of Foreign Studies, JUEMUN menghadirkan lebih dari 170 mahasiswa perwakilan dari 50 negara seantero dunia. ”Mitsuhei Muratta yang merupakan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang pun juga didapuk menjadi pembicara,” tambahnya.

Setelah melewati berbagai sesi debat, negoisasi, dan diplomasi selama tiga hari, kedua mahasiswa ITS ini berhasil mendapat penghargaan Outstanding Delegate. Achmad mendapat penghargaan prioritas kedua dalam topik mengenai peningkatan kualitas pembelajaran. Sementara David berhasil meraih penghargaan prioritas ketiga dalam topik bahasan berbeda, Foster Global Citizenship. Dalam benak mereka berdua, tidak terbersit perasaan bahwa mereka akan meraih penghargaan. ”Karena kami justru sibuk merencanakan trip kami di Jepang agar tidak tersesat,” cetus David sambil tertawa.

Dari segi persiapan, mahasiswa yang terbiasa mengikuti berbagai lomba bahasa inggris ini mengaku mereka tidak melakukan latihan khusus menjelang JUEMUN. Mereka hanya membiasakan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari untuk memantapkan kemampuan bahasa di konferensi nanti. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha mengenali seluk beluk negara yang diwakili dan isu yang diangkat dalam konferensi.

Terakhir, mahasiswa asal Makassar ini berpesan, agar mahasiswa ITS bergerak aktif dalam hal internasionalisasi tanpa harus menunggu inisiatif kampus. ”Tidak ada salahnya memperluas pengetahuan dengan ilmu lain seperti ilmu politik, sosial, dan budaya,” tuturnya. Achmad pun mendukung pernyataan David, ia mengatakan bahwa banyak talenta mahasiswa ITS yang bisa diperdalam. Menurutnya semua orang bisa bergerak untuk internasionalisasi, hanya tinggal berani bergerak atau tidak. (imb/fin)

Berita Terkait