Sepuluh bus tersebut telah disediakan oleh panitia RDK jauh-jauh hari sebelum arus mudik tiba. "Setiap bus terdiri dari empat puluh orang, jadi mudik kali ini bisa diikuti sekitar empat ratus orang," ujar Kharisma Agung, penanggung jawab kegiatan mudik bareng.
Panitia pun menyediakan berbagai pilihan kota tujuan. Tercatat sekitar tujuh kota yang menjadi tujuan mudik utama yaitu Trenggalek, Banyuwangi, Ngawi, Bojonegoro, Pacitan, Blitar, dan Sumenep. Masing-masing memiliki rute perjalanan yang berbeda-beda.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik bareng kali ini hanya ditujukan pada daerah sekitar Jawa Timur saja. Sebenarnya, panitia sudah mengusahakan untuk daerah Jawa Tengah, namun ternyata hal ini belum terwujud. "Dari Dinas Perhubungan (Dishub) hanya menyediakan untuk daerah Jawa Timur saja," imbuh Agung.
Pemudik tidak perlu khawatir dengan biaya. Pasalnya, mudik bareng ini tak dikenai biaya sepeserpun. RDK yang telah bekerjasama dengan Dishub tampaknya sudah menutupi segala biaya yang diperlukan. "Jadi mereka (peserta mudik, red) tinggal mendaftar saja," jelas mahasiswa jurusan Teknik Sipil tersebut.
Tak hanya bagi mahasiswa, mudik bareng juga disediakan bagi masyarakat umum. Bahkan, rombongan keluarga pun dapat ikut mendaftar. Syaratnya mudah, bagi masyarakat umum hanya menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara bagi mahasiswa hanya perlu menyerahkan salinan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
Sementara itu, pendaftaran mudik bareng sudah dibuka sejak Minggu (29/6) lalu, dan akan berakhir pada Kamis (17/7) mendatang. Hingga saat ini, terlihat bahwa warga sekitar sangat antusias untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Bagi calon pemudik, cukup datang ke Masjid Manarul Ilmi untuk menyerahkan syarat pendaftaran. "Tempat pendaftaran mudik bareng sudah kami siapkan di serambi utara Masjid Manarul Ilmi," pungkasnya. (guh/ady)