Mendung tebal di langit Yogyakarta sore itu tak membuat Gelanggang Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) muram. Justru sorakan penonton dari tribun semakin menggema. Begitu juga ketika V-IU akan tampil.
Mengenakan gaun berwarna merah muda berbalut keemasan, V-IU tampil percaya diri saat musik yang mengiringi Tari Legong Keraton berbunyi. Ia tampak menggerakkan tangannya dengan lembut ke arah muka dan menutupnya. Intonasi musik yang naik turun, mendorong V-IU untuk bergerak semakin lincah.
Langkahnya diikuti temannya, dua robot ini menari bersama dengan serasi. Mereka berjalan ke depan tanpa halangan. Tubuhnya meliuk ke kanan dan sesekali ke belakang. Salah satu robot sempat ambruk, namun tim cekatan membangunkannya.
KRSI memang dinilai berdasarkan tarian dan keselarasan lagu dengan gerakan. Dalam waktu tiga menit, V-IU berhasil melewati lima zona hingga mencapai finish. Setelah musik berhenti, spontan V-IU pun ikut berhenti.
Menurut Irfan Fachruddin Priyanta, salah satu anggota V-IU, Tidak maksimalnya V-IU dalam tarian di putaran pertama disebabkan karena motor servo yang mulai aus. Namun setelah tim telah memperbaikinya, V-IU kembali tampil dengan memesona. Meski begitu, belum bisa diprediksi lolos atau tidaknya V-IU ke babak perempat final. (mis/oly)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika