Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Airlangga (UA) Surabaya. Dipimpin oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS Mukhlis Ndoyo, mereka menyambangi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo.
Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo menjelaskan kronologis penutupan Dolly yang sudah berjalan sejak 2010. Dia juga menceritakan tentang bagaimana kondisi Dolly saat ini.
Mendengar paparan Pakde Karwo, Mukhlis mengungkap jika mahasiswa siap menjadi pengawal dalam pelaksanaan program pemerintah tersebut. ”Kemudian kami juga menjelaskan bahwa kami siap menjadi pengawal pemerintah dalam penutupan lokalisasi ini," ujar Mukhlis, seperti disitat dari ITS Online, Kamis (19/6/2014).
Dalam orasinya, Mukhlis menyatakan, tindakan pemerintah belum cukup untuk sampai pada solusi sesungguhnya. Dia pun menjamin, setelah penutupan Dolly, tidak akan ada penyebaran lagi.
Tuntutan yang dilakukan para mahasiswa ini bukan semata tuntutan terkait penutupan lokalisasi. Melainkan kepastian program lanjutan dari pemerintah sebagai tindak lanjut dari penutupan Dolly. Saat ini Pemprov telah memberikan dukungan dalam bentuk uang kepada Pemkot tapi mereka tidak tahu bagaimana kelanjutannya.
”Karenanya, kami masih membutuhkan kepastian setelah lokalisasi ditutup apa yang akan dilakukan baik dari segi ekonomi dan pendidikan ingin diapakan. Tentu saja sudah kami konsepkan. Secara garis besar kami hanya siap bersedia membantu dalam bidang pendidikan. Prinsip kami akan bergerak secara vertikal untuk generasi ke depannya dan secara horizontal di masyarakat,” tuturnya. (mrg)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika