ITS News

Sabtu, 12 Juni 2021
03 Desember 2012, 17:12

Ada Air Siap Minum di ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dalam sambutannya, rektor ITS mengungkapkan bahwa ITS memang sedikit terlambat jika dibandingkan dengan daerah lain. Ia mencontohkan bahwa Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memilikinya sejak empat tahun lalu. Meski demikian, KASM ini merupakan awal yang bagus untuk mendukung program Eco Campus ITS.

Ia pun menambahkan bahwa KASM ini menjadi salah satu langkah dalam konservasi air, yakni sebuah program pengendalian makanan, energi dan air. ”Ke depan akan ditambah sebanyak lima sampai 10. Terkait hal ini, sudah ada lampu hijau dari alumni,” ujar Tri Yogi.

Sementara itu, pengadaan KASM ini merupakan salah satu agenda dari PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dalam memperingati hari jadinya yang ke-36. Selain itu, KASM juga menjadi salah satu cara mewujudkan misi Coorperate Sosial Responsibility (CSR) PDAM.

KSAM di ITS ini merupakan KASM kedelapan. ”Secara bersama kami juga memasang di Universitas Airlangga (UA). ITS dipilih juga sebagai wujud terima kasih kepada para alumni ITS yang banyak membantu di PDAM,” ujar Ashari.

Menurut Ashari, KASM tersebut memang masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa ITS. ”Yang terpenting adalah berani memulai. Semoga bisa menginspirasi,” harapnya.

Sementara itu, pihak PDAM sendiri meyakinkan bahwa air dalam KASM ini sudah layak minum. Pasalnya, KASM ini telah dilengkapi oleh berbagai komponen pendukung, Seperti cartridge filter sebagai penyaring partikel, granular activated carbon filter sebagai penyaring kontaminan, water purifier dari carbon block dan Ultra Violet (UV).

Dalam kesempatan tersebut, Ashari bersama rektor ITS turut mencoba air dari KASM. Tak hanya itu, Pembantu Rektor II, Ir Muhammad Faqih MSA PhD dan Pembantu Rektor III, Prof Drs Nur Iriawan Mlkomp PhD juga tak ketinggalan. Uji coba ini pun diikuti oleh presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS dan para ketua himpunan yang hadir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KASM ini akan terus dipantau oleh beberapa pihak. Dari pihak PDAM sendiri akan melakukan pengecekan standar air minum setiap hari. Dinas Kesehatan Kota Surabaya akan memantau satu bulan sekali. Selain itu, kualitas air minum juga akan dipantau oleh laboratorium independen yang telah bersertifikat ISO 17205. (ran/esy)

Berita Terkait