Rektor ITS, Prof Ir Triyogi Yuwono DEA mengatakan, saat ini baru 434 calon mahasiswa penerima program Bidik Misi yang terdaftar, sisanya nanti akan diambilkan dari jalur SNMPTN. "Nanti kalau ada yang gagal setelah ada verifikasi, akan diambilkan juga dari jalur SNMPTN," katanya di Grha ITS, Selasa (31/5/2011).
Yogi berharap, saat verifikasi itu, tidak ada calon mahasiswa yang memberikan data palsu. Apabila terbukti ada yang memberikan data palsu, calon mahasiwa itu akan dikeluarkan dari ITS. "Ini kampus jujur, jadi jangan takut memberikan semua keterangan apa adanya. Kalau ketahuan bohong, nanti bisa dikeluarkan," ujarnya.
Program Bidik Misi merupakan program pemerintah untuk calon mahasiswa yang tidak mampu dan mempunyai prestasi akademik. Semua biaya kuliah mereka akan ditanggung Negara selama empat tahun. Besar tunjangan Rp 600 ribu per bulan.
Para peserta yang lulus jalur undangan SNMPTN hanya diberi kesempatan untuk hadir pada hari ini. "Mereka yang datang langsung kami proses untuk registrasi. Untuk yang datang besok, kami anggap tidak berminat," katanya.
Sementara itu, Pembantu Rektor I, Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD menambahkan, penerima program Bidik Misi akan disurvei secara acak. Untuk membuktikan bahwa mereka dari keluarga kurang mampu. "karena program ini memang diperuntukkan bagicalon mahasiswa kurang mampu tapi beprestasi," tambahnya.
Sementara untuk calon mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur SNMPTN sebanyak 1150 orang. [rif/but]
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai