"Bantuan ini adalah kerja keras kami dalam Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) yang didanai oleh Direktorat Pendidikan tinggi (DIKTI) Pusat. Maksud dan tujuannya yaitu menarik kembali antusiasme masyarakat menggunakan transportasi becak sehingga kesejahteraan tukang becak pun ikut meningkat," tutur mahasiswa semester VI jurusan teknik fisika, dalam rilisnya yang diterima detiksurabaya.com, Selasa (17/5/2011).
Muslikan, salah seorang tukang becak di Lamongan menyambut gembira datangnya bantuan berupa argometer tersebut. Dia berharap argometer itu bisa menjadi daya tarik bagi penumpangnya.
"Semoga argometer ini bisa jadi daya tarik penumpang dan pendapatan saya lebih meningkat guna memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mahal," Jelasnya.
Bantuan Agrometer tersebut diterima oleh Mursyid, Kepala Dinas Koperasi Industri Dan Perdagangan (Kopindag) daerah Lamongan. Pihaknya pun berterima kasih karena dua kali ITS bekerjasama untuk berbagi inovasi di Lamongan.
"Sebenarnya ITS Surabaya dan Pemkab Lamongan sudah banyak menjalin kerjasama desain awal becak bermesin Lamongan merupakan salah satu andil ITS," papar Mursyid.
(fat/fat)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai