Jika bertandang ke jurusan Teknik Elektro, Dalu akan sering kita jumpai di Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatektro). Betapa tidak, ia memegang amanah tertinggi sebagai ketua Himatektro. Meski pengalamannya dalam bidang organisasi tidak perlu disangsikan lagi, Dalu belum bisa meyakinkan dirinya akan menyalonkan diri jika keluarga besar Teknik Elektro belum memberikan restunya.
“Saya hidup di sebuah komunitas yang telah menjadi keluarga. Disini ada aturannya, jika ingin melakukan sesuatu harus ada izin terlebih dahulu,†tutur Dalu. Memang benar, sebelum mendaftar pun ia berkumpul dengan warga Teknik Elektro. Ketika kata “iya†ia dengar, tanpa menunggu waktu, ia langsung mendaftar. Tak lupa, dosen-dosen pun memberi semangat padanya.
Bagi Dalu sendiri, amanah itu bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa aturan. “Amanah itu ada bukan karena diminta. Tetapi, amanah itu ada ketika diberikan,†ungkapnya. Pandangan ini lah yang memantapkan ia untuk maju sebagai salah satu calon Presiden BEM ITS. “Keinginan sendiri sudah ada. Tapi, kita juga perlu dorongan orang lain,†lanjut Mahasiswa Teknik Elektro 2007 tersebut.
Sebagaimana keinginannya dalam menumbuhkan jiwa pahlawan berbagai pihak, Dalu pun siap menyandang amanah menjadi presiden BEM ITS dengan sebuah visi besar yaitu menggagas pahlawan peradaban untuk Indonesia yang bermartabat. Mengapa harus pahlawan? Dalu mengungkap alur berpikirnya sambil melihat kondisi Indonesia.
“Saat ini kondisi Indonesia masih terbilang terpuruk. BEM ITS ini sebagai salah satu pergerakan mahasiswa di Indonesia harus mampu berkontribusi bagi bangsa. Namun, kondisi internal BEM masih sibuk dengan masalah-masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan hingga menyebabkan kita kurang berpikir kontributif secara lebih luas,†jelas Dalu panjang-lebar.
Tak hanya itu, sebutan pahlawan juga terinsipirasi dari sejarah kampus ITS yang notabennya tersohor dengan sebutan kampus perjuangan dan kota Surabaya yang juga dikenal sebagai kota pahlawan. “Kedua unsur tersebut (kampus ITS dan kota Surabaya, red) akan melahirkan pahlawan kembali dengan konteks yang berbeda yakni era dan orang-orang yang berbeda,†papar Dalu.
Lima Misi Untuk Gagas Pahlawan
Lalu bagaimana langkah nyata dalam mengemban visi tersebut? Dalu mengungkap bahwa ia telah mempersiapkan lima misi. Pertama, mewujudkan BEM ITS yang profesional dan bersahabat. “Kata professional itu menggambarkan sikap yang amanah, sedang bersahabat itu berarti terbuka dalam artian kita siap bekerja sama dengan orang yang berbeda,†terang Dalu dengan tegas.
Misi kedua yaitu membangun keluarga mahasiswa (KM) yang harmonis dan sinergis. “Seluruh KM harus paham fungsi keberadaan masing-masing, saling manghargai satu dengan lainnya sehingga setiap elemennya bisa menjadi daya dukung,†jelas Dalu ditengah kesibukan persiapan berkampanyenya.
Sementara itu, misi ketiganya tidak kalah penting yaitu menjadi fasilitator kesejahteraan mahasiswa ITS. “Ada dua hal utama yang mempu mengganjal mahasiswa mengembangkan potensinya, yaitu akademik dan Finansial,†Dalu juga menyebutkan contoh permasalahan tersebut yang meliputi mahasiswa yang mengalami Drop Out (DO) atau pun yang terhambat untuk membayar berbagai financial kampus.
Misi keempat yang akan ia lakukan adalah mengembangkan dan memberdayakan potensi mahasiswa ITS baik dari segi akhlak, intelektual, maupun minat bakat. “Potensi itu menjadi hal penting. Kita bisa membawa nama ITS melalui langkah nyata yang bisa bermanfaat untuk orang-orang disekitar kita,†jelas Dalu lagi. Disamping itu, dalam misi kelimanya, ia ingin menjadi motor pergerakan mahasiswa Indonesia yang komprehensif dan progresif.
Sebagai seseorang yang aktif mengikuti perjalanan diskusi panjang KM ITS mengenai berbagai hal, Dalu pun merasakan ganjalan-ganjalan yang harus mulai dibenahi. Untuk itu, Ia mengangkat beberapa program kerja baru. Diantaranya, menyisipkan cara pencarian pemimpin, entrepreneur muda, dan seniman muda.
Selain itu, ia akan mengadakan apel pagi setiap sebulan sekali. “Di Teknik Elektro, saya sudah menerapkannya. Hendaknya di BEM ITS juga dilakukan hal serupa sebab apel itu sebagai langkah mudah untuk mempererat silaturrahmi dan belajar banyak hal sederhana yang sulit dilakukan, seperti disiplin,†tutur Dalu. Ia juga akan mengadakan forum KM untuk mengetahui kondisi internal KM.
Dunia keilmiahan yang kini jadi sorotan pun tak luput dari program kerjanya. “Nanti saya ingin mengupayakan adanya bank ide dimana ide-ide yang selama ini masih terfokus di jurusan tertetu, bisa diinstitutkan,†paparnya. Tak tanggung-tanggung, Dalu juga ingin menggagas sekolah peradaban untuk ketua OSIS dan MPK sekolah di Surabaya sehingga generasi penerus memiliki wacana jelas terhadap peran mereka.
Di akhir sesi wawancara, Dalu dengan senyum khasnya mengungkap bahwa ia akan mempersiapkan segalanya dengan optimal seperti kesehatan, komunikasi, dan mental. “Salam pahlawan,†pungkas Dalu. (esy/fn)
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi teknologi nasional dengan meraih pendanaan
Surabaya, ITS News — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkunjung langsung ke
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswanya, termasuk dalam bidang investasi keuangan.