Kami mengemasnya dengan satu porsi nasi seharga Rp3.000,00 dengan jamur sebagai pengganti ikan yang rasanya kayak daging," kata anggota tim, Mahendra Ega Hiquitta, di Surabaya, Selasa.
Ditemui ANTARA di sela-sela pameran "Bulan Unjuk Prestasi" di Plasa dr Angka ITS Surabaya, ia mengaku dirinya mengembangkan "Sego Njamoer" (nasi berlauk jamur) bersama empat rekannya.
Dalam pameran edisi April itu, Mahendra didampingi empat rekannya yakni Rizki Aris Y., Eko Nur Khafid, Ongga Limatsu, dan Ola Dwi Sandra.
"Kami mengikutsertakan ‘Sego Njamoer’ itu dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan," tutur mahasiswa Jurusan Teknik Fisika FTI itu.
Namun, mahasiswa semester 4 itu bertekad untuk mengembangkan "Sego Njamoer" sebagai sarana berwiraswasta bersama keempat rekannya setelah lulus dari ITS.
"Kami sempat menjual dalam pembukaan PIMITS (Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS) di Gedung Robotika ITS Surabaya (25/4), ternyata nasi seharga Rp3.000,00 itu laku 160 porsi," ujarnya sambil tersenyum.
Ia menambahkan, pihaknya sengaja merancang "Sego Ngjamoer" yang cocok untuk kalangan mahasiswa yakni murah dan praktis, tapi bergizi.
"Semboyan kami adalah lezat dan nggak bikin ‘kanker’ alias kantong kering. Tapi jamur tiram yang kami jadikan lauk itu memang memiliki kandungan antitumor," paparnya.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika