Kepala Laboratorium Konversi Energi Teknik Elektro ITS, Prof Dr Soebagio di Surabaya, Senin, mengemukakan, saat ini cadangan minyak bumi semakin menurun, sedangkan kebutuhan terhadap kendaraan roda empat semakin meningkat.
"Mobil listrik ramah lingkungan ini bertujuan untuk mengantisipasi cadangan minyak bumi yang semakin menipis," katanya, menjelaskan.
Mobil listrik bernama "ELITS" atau Elektro ITS, merupakan sebuah eksperiman yang dilakukan oleh tim Laboratorium Konversi Energi Teknik Elektro ITS, sejak dua tahun lalu.
Kendaraan mini tersebut mempunyai 40 baterai aki basah, berkekuatan 500 volt. Jika dijalankan tanpa henti kendaran tersebut mempunyai ketahanan hinga empat jam dengan kecepatan 20 km/jam.
Soebagyo mengatakan, setiap tahun pihaknya akan melakukan tahap perkembangan demi mencapai kesempurnaan mobil tersebut.
"Tahun depan kami akan terus melakukan perkembangan, baterai akan dikurangi hingga sepuluh baterai dalam satu mobil," tuturnya.
Rencananya, baterai akan dikurangi hingga empat baterai dan ditambah kecepatannya hingga mencapai 40 km/jam.
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan