ITS News

Rabu, 29 Mei 2024
30 Agustus 2009, 16:08

Bioskop Ramadhan Putar Perjuangan Anak-anak Palestina

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Film merupakan media yang sangat menarik minat terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, tim RDK 30 mengemas suatu acara yang berbeda. Kegiatan yang bertempat di Gedung Pasca Sarjana ini menyuguhkan suatu tontonan menarik, berjudul Anak-anak Pengukir Sejarah dengan Darah. Film tersebut merupakan film dokumenter mengenai perjuangan anak-anak dan para remaja di Kota Gaza Palestina.

Isi dari film ini seputar perjuangan anak-anak Palestina mulai dari kecil memilih memegang senjata demi negaranya. Dalam film tersebut juga digambarkan tentang ketakutan para militer Israel saat menghadapi mujahid-mujahid cilik tersebut, padahal anak-anak itu hanya bersenjatakan batu.

Tidak sedikit peserta yang meneteskan air mata. Film yang disajikan memang sungguh luar biasa memotivasi. Banyak sekali gambaran mengenai perjuangan tanpa henti para mujahid cilik Palestina yang harus merelakan sekolahnya, masa kecilnya, bahkan keluarganya hanya demi mempertahankan tanah airnya. Para mujahid tersebut berdiri tepat di depan tank-tank Israel yang bersenjata lengkap, sedangakan mereka hanya bersenjata batu. Mereka tak sekalipun gentar meskipun nyawa taruhannya.

Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan acara bedah film oleh Ust Alief Qudus, yang dulu telah menamatkan pendidikan sarjana di Al-azhar Mesir. "Banyak hal yang terjadi namun tidak mampu terekam kamera," kata Alief.

Selain itu, Alief menambahkan seharusnya Noordin M Top menggunakan bomnya di Palestina, "Bukan Indonesia yang adem ayem begini," selorohnya.

“Banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pemuda kita untuk membela muslim palestina, bisa dengan tulisan yang memberitakan jihad di Palestina, doa, hingga menggalang dana. Tidak ada yang mustahil di dunia ini selama Allah mengizinkan,” ungkap Alief lagi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dalam serangkaian kegiatan RDK, sehingga sungguh wajar jika jumlah peserta saat kegiatan baru dimulai tidak lebih dari 20 orang. Akan tetapi, peserta terus berdatangan hingga mencapai enam puluh orang.

“Mungkin masalah publikasi yang kurang. Sebenarnya saya tidak tahu kalau ada acara seperti ini kalau tidak diajak teman saya, jadi semoga bisa pulikasinya bisa di perluas lagi,” terang Himma, salah satu mahasiswa yang iktu menonton.

Film berikutnya direncanakan diputar pada tanggal 12 September 2009. (i1/i4/mtb)

Berita Terkait