ITS News

Kamis, 30 Mei 2024
24 Juli 2009, 18:07

BEM 2009-2010, Kurangi Kuantitas Demi Kualitas

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dibandingkan sebelumnya, BEM ITS periode 2009-2010 memiliki beberapa perbedaan. Diantarnya, jumlah fungsionaris BEM ITS sekarang, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Yakni berjumlah 128 mahasiswa, jauh lebih sedikit dari pada BEM sebelumhya yang berjumlah 200 lebih mahasiswa.

Kebijakan tersebut diambil dengan mengacu pada kurang optimalnya kepengurusan BEM ITS di periode sebelum-sebelumnya jika terlalu banyak fungsionaris. "Di sini kami ingin mengedepankan pada kualitas BEM ITS, bukan kuantitas dari BEM ITS," terang Ersyad.

Oleh karena itu, lanjut Ersyad, fungsionaris BEM tahun ini diharapkan memiliki kualitas yang jauh lebih baik karena dipilih lewat sebuah seleksi yang cukup ketat. Selain itu, proses kaderisasi akan dilakukan secara intensif, "Jadi, kontrol terhadap jalanya BEM ITS akan lebih mudah dilakukan," lanjut mahasiswa Teknik Mesin 2006 ini.

Hal lain yang membedakan adalah digantinya Departmen Pengabdian Masyarakat dengan Departmen Sosial Mayarakat. Departmen ini akan menjalankan tugas sebagai implementasi dari salah satu fungsi mahasiswa, yakni kontrol sosial bagi masyarakat. "Nantinya setiap isu dan masalah yang ada dalam masyarakat sekitar akan dirumuskan dalam department ini, untuk bersama-sama dicarikan solusinya," jelas Ersyad.

Sementara itu, selama sebulan kedepan, BEM ITS akan berusaha memaksimalkan program kerja dari beberapa department strategis seperti Departmen PSDM, Departemen dalam Negeri (Depdagri), dan Departemen Ristek. Menurut Ersyad, ketiga departmen ini merupakan ujung tombak perkembangan BEM ITS satu periode kedepan. "Ketiganya memiliki peran penting dalam mewujudkan visi dan misi BEM, terutama terkait permasalahan yang saat ini sedang di hadapi ITS," ungkapnya.

Beberapa peran penting itu antara lain, Depdagri dan PSDM dibutuhkan untuk mewujudkan sinergisitas antar KM ITS. Isu penting yang harus segera diselesaikan adalah perlunya pernyamaan persepsi dalam melakukan pengkaderan di tiap jurusan di ITS. "Karena, bila masalah ini terus berlarut-larut, pengkaderan di tingkat institut akan menjadi kurang," terang Ersyad.

Adapun untuk Departmen Ristek, Ersyad menegaskan, nantinya berperan penting dalam kaderisasi mahasiswa di bidang ilmiah. Yakni, dengan mengawal dan meningkatkan budaya menulis karya ilmiah di kalangan mahasiswa. Selain itu, Departmen yang dipimpin oleh Ahmad Ferdiansyah dan Asmaul Chusna, keduanya Mawapres ITS 2009, juga akan merumuskan sebuah kegiatan besar di bidang kemaritiman, kegiatan ini diharapkan akan menjadi image bagi ITS yang memiliki banyak prestasi di bidang kemaritiman. (nay/fay)

Berita Terkait