â€Bila tingkat ketegangan tanah diketahui, akan dapat ditentukan titik mana saja yang aman untuk pemasangan alat,†kata Ketua tim, Djaja Laksana, Selasa (7/7) di Sidoarjo.
Metode tabung Bernoulli dilakukan dengan memasang dinding baja mengelilingi pusat semburan lumpur. Dengan demikian, semburan lumpur akan naik dan pada ketinggian tertentu berhenti. Semburan lumpur yang terkumpul dan tertahan di dalam tabung diharapkan akan menyumbat semburan berikutnya.
Djaja sudah beberapa kali memaparkan metode tabung Bernoulli baik kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) maupun warga. Djaja memperkirakan diperlukan dana Rp 2 triliun untuk menerapkan metode itu.
Staf Humas BPLS, Akhmad Kusairi, mengatakan, pihaknya hanya menampung usulan. Namun, wewenang sepenuhnya ada pada PT Lapindo Brantas. â€Silakan tim ITS berkoordinasi dengan Lapindo,†katanya.
Sebelumnya, upaya penghentian semburan lumpur dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya snubbing unit, relief well, dan bola beton. Namun, sampai hari ini lumpur masih terus menyembur sebanyak 100.000 meter kubik per hari dengan suhu 60-70 derajat celsius. (APO)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menggelar program Internasional Community and Technological Camp (Commtech)
Kampus ITS, ITS News — Menyambut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh