ITS News

Minggu, 26 Mei 2024
13 Mei 2009, 21:05

Caddy yang Mengalami Peyorasi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Caddy, saat ini dinilai orang sebagian sebagai pekerjaan rendah. Memang tidak separah PSK, namun kenyataanya begiulah opini yang berkembang di masyarakat. Caddy sudah mengalami penurunan makna atau pengurangan nilai kata itu sediri. Media pun mengeksplornya bak musuh para istri pegolf tanpa klarifikasi yang jelas. (belakangan ada satu media televisi yang mengupas khusus tentang apa itu caddy).

Pekerjaan caddy tak lebih dari membawa stick dan peralatan pegolf lainnya. Terkadang caddy sekarang juga berperan sebagai umbrella girl seandainya pegolf sedang kepanasan. Hmmm…mungkin juga tukang lap keringatnya. Intinya, caddy hanya sebatas teman pegolf di lapangan. Setidaknya begitu yang media berikan selama ini sejak kasus Antasari.

Parahnya lagi, caddy yang dikenal saat ini kebanyakan adalah perempuan. Pemilik lapangan golf pun kebanyakan menyediakan jasa caddy perempuan. Lagi-lagi banyak media mengabarkan bahwa ada beberapa caddy yang siap menjadi panggilan. Wow…sudah parah sekali.
Lalu benarkah caddy itu seperti itu?

Beberapa waktu yang lalu saya sempet mendalami tentang golf. Meski belum pernah sama sekali bermain golf, semua istilah saya tahu, aturan permainan, turnamen-turnamen terkenal, tentang lapangan, dan salah satunya tentang caddy. Semua saya dapat dari Dandoh!!! Sebuah komik jepang yang menceritakan karir seorang anak dalam permainan golf. Di situ saya tahu apa itu caddy dan merasa kecewa alih-alih bersedih dengan pemberitaan caddy selama ini.

Dari komik itu saya tahu bahwa caddy adalah nyawa seorang pegolf. Tidak hanya sebagai teman, caddy adalah orang kedua yang turut mensukseskan pegolf memukul dengan sempurna. Tidak perempuan, hampir semua caddy dalam sebuah turnamen besar adalah laki-laki. Caddy memang bertugas membawa tas stik dan menemani setiap saat pegolf. Namun tidak hanya itu, caddy harus juga mengerti tentang permainan golf. Terpenting, caddy harus menguasai lapangan, mulai dari jarak hole, geometrik lapangan, angin, kekasaran rumput, letak bunker, bahkan pemilihan stik yang tepat. Dan biasanya pegolf itu memiliki satu caddy tetap yang menemaninya ke mana saja saat ada turnamen.

Untuk lebih jelasnya saya quote makna caddy dari wikipedia. “Kedi (bahasa Inggris: caddy atau caddie) adalah orang yang bekerja membawakan tas berisi peralatan pemain golf, sekaligus memberi saran tentang permainan serta dukungan moral untuk pemain yang dilayaninya. Kedi yang pandai harus menguasai peraturan permainan golf, seluk-beluk padang golf dan strategi bermain yang sesuai. Selain itu, kedi dituntut memiliki pengetahuan tentang jarak antarlubang dan pemilihan tongkat golf yang sesuai. Pemain golf amatir maupun profesional tidak jarang memulai profesinya sebagai kedi.

Sedangkan tugas caddy, wikipedia menyebutkannya demikian…
Tugas utama kedi adalah membawa tas pemain dan memungut bola pemain. Selain itu, kedi juga bertanggung jawab membersihkan tongkat dan memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang, dan memberi pujian kepada pemain. Kedi berpengalaman dituntut bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca dan arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Sewaktu bekerja, kedi harus terus awas dan berhati-hati. Penalti akibat kesalahan kedi dibebankan ke skor pegolf. Kedi harus paham benar peraturan permainan golf, dan jumlah maksimum tongkat golf yang boleh dibawa di dalam kejuaraan.

Lalu dari mana asal kata caddy. Masih dari wikipedia…
Istilah kedi (caddy) berasal dari bahasa Skotandia, caddie yang kemungkinan diambil dari bahasa Perancis le cadet (anak lelaki, atau anak paling kecil dalam keluarga). Dalam bahasa Inggris, kata cadet muncul di kamus tahun 1610, sedangkan kata caddie/cadie muncul tidak lama sesudahnya di tahun 1634. Di Skotlandia, kata caddie awalnya berarti anak lelaki yang menjadi pesuruh.

Lalu kenapa sekarang saat orang menyebut caddy hanya terbayang perempuan…lebih-lebih yang dapat menerima panggilan?
Mungkin kita sendiri yang menginkan demikian…
Caddy itu pun mengalami peyorasi!

Emal Zain MTB
Mahasiswa yang pernah bercita-cita menjadi caddy

Berita Terkait