Sabtu (21/3), SD Semolowaru 1 dan 2 menjadi sekolah pertama yang mereka datangi. Tepat pukul sembilan, ke empat mahasiswa ini langsung mengenalkan apa itu permainan bentengan. Tak hanya itu, siswa SD tersebut kemudian diajak langsung memainkan permainan tersebut di halaman sekolahnya.
Menurut Zia Ardi, ketua panitia program ini, permainan bentengan sejatinya memiliki beberapa manfaat untuk perkembangan siswa. â€Di sini siswa bisa melatih softskill seperti leadership, kejujuran dan komunikasi interpersonal,†jelas Ardi yang mengaku bila hal ini tidaklah bisa didapat di permainan modern.
Berpendapat sama, kepala sekolah SD Semolowaru 2, Djamari mengaku senang dengan apa yang telah dilakukan mahasiswa ITS. â€Saya sangat menghargai upaya mahasiswa mengangkat permainan lama, saya rasa sejak mengajar di sini belum pernah saya lihat siswa bermain bentengan,†ujarnya.
Kunjungan ke SD semolowaru ini nantinya juga akan berlanjut ke beberapa sekolah lain di Surabaya. â€Kami akan mengunjungi empat sekolah lagi hingga 4 April nanti, setelah itu akan ada Bentengan Competition yang kami adakan di taman alumni ITS,†tambah Zia.
Paulus Hendro salah satu siswa yang ikut bermain bentengan ini mengaku senang dan belajar sesuatu dari permainan tradisional ini. â€Intinya harus kerjasama mas, terus bersatu dan buat strategi,†Ujar siswa kelas lima SD ini. ia bersama ke lima temannya berhasil menangkap beberapa lawan sehingga mampu memenangkan permainan bentengan ini. (yud/mtb)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai