Dalam tugas akhirnya, putra pasangan Sudarno dan Nila Nirwana ini mengambil topik yang cukup unik yakni aplikasi perencanaan tulangan kolom. Menurutnya, ide ini ia dapat karena persamaan prinsip antara ia dan dosen pembimbingnya. â€Daripada membajak, lebih baik membuat lisensi sendiri,†tutur Ardiansyah.
Menurut pria kelahiran Sidoarjo, 9 Desember 1986 ini, dengan aplikasi yang dibuatnya para praktisi dunia konstruksi dapat terbantu dalam merencanakan tulangan kolom. Maklum, selama ini di Indonesia kebanyakan perhitungan tulangan kolom secara manual. Kalaupun ada yang memakai program aplikasi, program tersebut bisa dipastikan bajakan karena belum ada lisensinya. Karena itulah, Ardiansyah berinisiatif membuat lisensi sendiri. Program tersebut diberinya nama ITS Coloumn.
Dalam mengerjakan Tugas Akhir, Ardiansyah mengaku mengalami kesulitan dikarenakan ia harus belajar lebih tentang pemrograman yang sebenarnya bukan bidangnya. â€Saya harus baca buku buku tentang pemrograman,†ungkap Ardiansyah.
Ia juga melakukan verifikasi dari hasil perhitungan programnya dengan program yang sudah ada. Hasilnya adalah program apilkasi yang siap digunakan. Namun, Ardiansyah tetap berharap aplikasi yang dibuatnya ini dapat lebih dikembangkan.
Kabar baik pun terus berlanjut. Berkat IPK-nya yang tinggi, Ardiansyah mendapatkan beasiswa S2 KAUST. Pria yang bercita-cita menjadi dosen ini mengambil bidang Earth Science and Engineering. Berkat beasiswa itu pula Ardiansyah dapat melaksanakan ibadah Umroh di Mekkah dan merasakan jalan-jalan ke luar negeri.(nrf/asa)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menggelar program Internasional Community and Technological Camp (Commtech)
Kampus ITS, ITS News — Menyambut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh