Dalam laporan yang dirilis pada November 2006 berjudul Livestock’s long shadow : Environmental Issues and Option, PBB mencatat bahwa 18% pemanasan global yang terjadi disumbangkan oleh industri peternakan. “Lebih besar dari efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia bila digabungkan,†terang Archandela Lia Kumira, pembicara pada seminar kali ini.
Lia juga membeberkan mengapa konsumsi daging menjadi penyebab pemanasan Global yang dominanan. “Menurut data yang dirilis PBB peternakan adalah pemicu utama penggundulan hutan dan sumber terbesar polusi air,“ jelas Lia. Tidak itu saja, peternakan juga menghasilkan emisi rumah kaca yang potensial dengan Menghasilkan 65% nitrogen oksida. “269 kali lebih panas dari CO2,“ tambah Lia.
“Maka dari itu, berhenti atau mengurangi makan daging dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global,“ anjur Lia kepada peserta. Solusi lainnya adalah membatasi emisi karbondioksida, menanam lebih banyak pohon dan melakukan recycle dan reuse. “Menjadi vegetarian juga dapat menyehatkan tubuh dan menghindari berbagai macam penyakit,“ tambah Lia.
Nikmatnya makan siang dengan menu ala vegetarian menemani peserta setelah selesai menanam bibit mangrove yang berjumlah 1300 di sepanjang tambak Wonorerjo, Surabaya. Sate ala vegan adalah menu utama. Tidak hanya itu, Supreme Master juga melakukan demo masak menu ala vegetarian. Menu pertama adalah Gluten atau bisa disebut daging vegan. (az/mtb)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai