ITS News

Kamis, 30 Mei 2024
30 Desember 2008, 08:12

Aktif Jalin Kerjasama, ITS Makin Dipercaya

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Berkenaan dengan perjalanan ITS selama setahun, ITS Online berkesempatan untuk mewawancarai Pembantu Rektor IV, Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD. Ditemui di ruang kerjanya, Eko menjelaskan secara gamblang prestasi yang telah diraih ITS dalam bidang kehumasan serta rencanan kerja yang di persiapkan untuk tahun 2009.

Sejak tahun 1980 hingaa saat ini, ITS telah melakukan kerjasama pendidikan dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MoU) sebanyak 63 kali. Bersama perguruan tinggi terkemuka di dunia, MoU tersebut mencakup banyak program, di antaranya pertukaran mahasiswa, pertukaran pengajar, pertukaran informasi, dan kerjasama penelitian. Tercatat, 18 MoU masih berlangsung hingga saat ini.

Disebutkan, beberapa contoh perguruan tinggi yang aktif menjalin kerjasama dengan ITS antara lain Kumamoto University, Saxion University of Applied Sciences, Konkuk University, University of Oulu, dan The Institute Geochemistry and Mineralogy Universitat (TH) Karlsruhe.

Selain aktif menjalin kerjasama, ITS juga aktif dalam forum Internasional. Salah satunya melalui forum Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL). ASAIHL sendiri merupakan non-governmental organization (NGO) yang didirian sejak tahun 1956 dan bergerak dalam bidang peningkatan mutu pada sektor pengajaran, penelitian, dan pelayanan publik. ASAIHL beranggotakan tidak kurang dari 148 perguruan tinggi di Asia dan Australia.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), terdapat sekitar 2.684 institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ITS masuk jajaran 50 Promising Indonesian Universities, yakni 50 PT di Indonesia yang di akui mempunyai kredibilitas nasional. "Sehingga jika ada tawaran kerjasama atau pelajar asing yang ingin menempuh pendidikan tinggi di Indonesia, Dikti akan merekomendasikan 50 PT ini pada mereka," terang Eko.

Prestasi lain yang diukir ITS adalah masuknya ITS dalam lima PTN yang mendapatkan akreditasi A di seluruh Indonesia. "Itu semua menunjukan kualitas ITS terus meningkat dari tahun ke tahun, baik tingkat nasional maupun internasional," ujar Eko.

Menurut Eko, peningkatan kualitas dalam bidang yang ditanganinya, yaitu bidang kerjasama dan kehumasan, tidak lepas dari peran sivitas akademika sendiri. Banyak akademisi ITS yang menempuh pendidikan doktoral atau master di luar negeri. "PT tempat mereka menempuh pendidikan, melihat kualitas dan track record SDM asal ITS baik. Sehingga banyak PT luar negeri yang menawarkan beasiswanya untuk sivitas ITS," papar Eko. Dari sinilah kemudian, imbuhnya, PT luar negeri makin mempercayai ITS. "Dan ingat, kepercayaan inilah faktor penting dalam menjalin hubungan kerjasama," tegas Eko.

Keaktifan dari para pemimpin ITS dan peran alumni juga menjadi salah satu faktor penentu. Hingga saat ini, sudah banyak alumni ITS yang mempunyai posisi penting di pemerintahan maupun dunia industri. "Satu posisi menteri dan tiga sekretaris jenderal dijabat oleh alumni ITS sekarang ini," tutur Eko. Sedangkan untuk dunia industri, tak terhitung banyaknya alumni ITS yang telah menempati posisi strategis dalam perusahaan multinasional maupun internasional.

Eko merencanakan, kedepan, bidang IV bersama dengan SAC akan mengagendakan satu program yang bertujuan untuk mengkader fresh graduate ITS agar siap terjun ke dunia kerja. Program ini langsung dibimbing oleh para alumni yang berhasil dan berpengalaman. "Alumni tersebut akan memberikan gambaran, semacam career planning, agar lulusan ITS dapat survive di dunia kerja nantinya," terang Eko lagi.

Adapun dalam rangka peningkatan mutu ITS menuju world class university, ITS juga tak akan mengabaikan kondisi internal institusi. Karenanya, ada beberapa poin yang harus dibenahi disini. Poin pertama yang perlu dibenahi menurut Eko adalah masalah hukum. "Kita berencana merombak dan menambahkan beberapa poin yang dirasa perlu pada hukum tata kehidupan kampus untuk menyesuaikan dengan kondisi yang relevan saat ini," jawab Eko ketika ditanya perihal perombakan tersebut.

Penataan inventaris data adalah poin ke dua. Eko menegaskan, ITS harus mempunyai data base yang lengkap, terpusat, dan sistematis. "Hal ini sangat berguna untuk mengetahui kapabilitas dan kredibilitas ITS dalam bidang tertentu. Nantinya juga dapat dipakai sebagai referensi informasi atau track record untuk internal maupun eksternal ITS," terangnya.

Poin selanjutnya adalah interpretasi dari data yang dikumpulkan. Kualitas dan kevalidan data yang terjamin akan membuat ITS semakin dipercaya dalam dunia pendidikan. "Dan yang terakhir adalah komitmen meningkatkan kualitas dari sisi terkecil. Disiplin dalam segala hal, terus menjalin komunikasi, dan melakukan follow- up kepada setiap pihak yang berkepentingan," pungkasnya. (Az/f@y)

Berita Terkait