Bertempat di gedung Rektorat, acara ini menghadirkan Dr Endi Suwono selaku Ketua Dewan Juri PIMNAS XXI. Dalam acara tersebut, Endi memberikan banyak masukan pada ITS. "Acara ini digunakan untuk intropeksi kekurangan-kekurangan selama ini," papar Prof Dr Suasmoro selaku Pembantu Rektor (PR) III.
Suasmoro berharap melalui kegiatan tersebut dapat diketahui aturan main yang benar untuk membuat proposal yang baik. Ia juga menargetkan setidaknya ada tiga ratus proposal PKM yang diajukan mahasiswa ITS. Untuk itu, pihaknya berencana akan menyosialisasikan PKM dalam Goes to PKM yang akan digelar Sabtu (30/8) mendatang. Selain itu, Suasmoro berharap setidaknya ada sepuluh proposal yang dapat lolos ke PIMNAS.
Di sisi lain, Endi yang didapuk sebagai pembicara, menghimbau agar ITS dapat meratakan minat peserta PKM di segala bidang. Pasalnya, selama ini proposal PKM ITS lebih banyak di bidang teknologi. "Sedangkan bidang lain, seperti kewirausahaan dan pengabdian masyarakat malah kurang peminatnya," tutur Endi.
Acara sharing di ITS ini disambut antusias oleh para peserta yang rata-rata merupakan dosen pembimbing PKM. Banyak diantara mereka yang menanyakan tentang menarik tidaknya topik yang akan diangkat oleh mahasiswa bimbingannnya.
Untuk diketahui, agenda PKM di ITS, Jumat (26/9) merupakan hari terakhir pengumpulan proposal. Proposal selanjutnya akan diserahkan ke Ditjen Pendidikan Tinggi (DIKTI), Jumat (10/10). Nantinya proposal PKM yang lolos akan diintensifkan dalam review. Rencananya, proposal-proposal tersebut juga akan dimonitor dan dievaluasi secara internal oleh pihak ITS, Mei mendatang.(nrf/f@y)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut tercermin pada capaian peneliti
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika