ITS News

Selasa, 28 Mei 2024
12 Agustus 2008, 20:08

Kenalkan Alat Rekayasa Bawah Laut

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menurut Haryo Dwito Armono ST M Eng Ph D, Dosen Teknik Kelautan ITS, diselengarakannya seminar ini bertujuan untuk membantu mahasiswa, khususnya pascasarjana, agar mereka lebih paham mengenai teknologi rekayasa bawah laut. "Seminar kali ini diprioritaskan untuk mahasiswa pasca sarjana FTK agar wawasan mereka tentang teknologi bawah laut dapat bertambah. Namun, tak menutup kemungkinan bila dosen maupun mahasiswa tahap sarjana untuk mengikuti,” papar Haryo.

Dalam seminar ini, Grant Rawlinson dan Budi Hadi Prayitno memperkenalkan peralatan hydrographic dan oceanographic. Diungkapkan oleh Budi, peralatan hydrographic dapat membantu pemetaan di bawah laut serta menentukan target yang diinginkan semisal ikan atau pun material lainnya.

Sedangkan oceanographic, lanjut Budi,  lebih berperan untuk menentukan pergerakan bawah laut, pasang surut air laut, serta gelombang laut. “Selain itu, peralatan ini mampu membantu para peneliti terutama yang basicnya pengamatan bawah laut, pengukuran kedalaman air atau bentuk dot matrick pada dasar laut,” imbuhnya.

Grant Rawlinson dengan gamblang memaparkan contoh peralatan hydrographic dan oceanographic tersebut. Diantaranya Hugin AUV, Multibeam Echo Sounder, Hight Precision Acoustic, dan Current Meter yang dapat mengukur gelombang lautan. Namun yang paling menarik perhatian peserta adalah Motion Sensor. Alat ini membantu navigator untuk memperoleh keakuratan data penelitian, terutama yang berhubungan dengan dasar laut.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta sempat menanyakan keunggulan dari singlebeam dan multibeam. Menanggapi pertanyaan tersebut, Budi menegaskan bahwa multibeam jelas lebih unggul. "Dengan multibeam kita dapat mengukur target kita di dasar laut dengan memperhitungkan faktor alam, misalnya saja gelomabang laut yang dapat membuat perubahan pengukuran sehingga data yang kita peroleh tentunya lebih akurat,” jelasnya.(st/f@y)

Berita Terkait