Semangat para penonton sekaligus suporter ini patut dihargai. Bahkan ada yang rela bermalam di gedung Graha Sepuluh Nopember Surabaya untuk tim kesayangannya. Sebut saja, Mohammad Zaky, mahasiswa dari Universitas Makassar. “Sengaja, saya ikut, untuk memberikan semangat buat teman seperjuangan saya di perlombaan ini,†tutur Zaky.
Tanpa henti-hentinya para pendukung KRI ini terus memberikan semangatnya. Ada yang membawakan spanduk dukungan, terompet penyemangat, serta teriak sorakan penyemangat bagi tim masing-masing.
Dan ITS, selaku tuan Rumah, KRI-KRCI Regional IV juga tak mau kalah dengan suporter yang lain. Misal saja, supporter dari Tim KOUMORI. Mereka rela membawa beberapa alat musik sederhana dari galon air minum kemasan untuk memberikan dukungan kepada Hery Risman dan kawan-kawannya.
Sudah dua hari lamanya, para penonton ini memberikan dukungan untuk tim KRI-KRCI, namun semangat mereka masih tetap saja menggebu-gebu. Berbagai kata-kata yang dilantunkan dalam sebuah jargon penambha semangat.
Setiap ada tim yang berhasil mendapatkan Govinda suasana langsung memanas oleh teriakan para suporter. Misalnya saat tim Koumori berhasil menaklukan tantangan, yang berhasil mengambil dua white butter dan satu yellow butter yang berarti Govinda dalam waktu kurang lebih 39 detik. (st/rif)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengukuhkan perannya di kancah global dengan memimpin forum
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut ambil bagian dalam Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi. Komitmen tersebut
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal