Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini komunikasi melalui telepon sudah merakyat di Indonesia ini. Namun tidak bisa dielakkan pula bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk teknologi ini tidaklah murah. Untungnya saat ini sudah ada alternatif yaitu telepon dengan VoIP ini.
Dalam seminar yang diadakan di Gedung Rektorat ini pakar teknologi informasi Onno W Purbo ingin mengubah paradigma para peserta mengenai komunikasi via telepon. Tadinya, menurut Onno, telepon adalah sesuatu yang dikomersilkan tetapi kelak akan menjadi telepon rakyat yang harganya sangat terjangkau oleh masyarakat secara umum, yaitu dengan teknologi VoIP.
Menurut Onno, sebenarnya rakyat bisa membuat sebuah jaringan sendiri yang nantinya digunakan bersama-sama yang disebut jaringan rakyat yang tidak dikomersilkan untuk institusi tertentu. Melalui VoIP pula masing-masing dari kita bisa memperoleh nomer telepon sesuai keinginan kita.
Dalam menjalankan VoIP kita hanya butuh seperangkat headset dan microphone serta komputer dengan koneksi internet maka kita bisa komunikasi suara dengan saluran telepon internet baik itu mobile telepon maupun telepon rumah.
Selain itu, menurut Onno pula VoIP ini bisa membantu kegiatan rakyat lainnya seperti pendidikan. ”Jika teknologi ini terealisasi kita bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membuat koneksi antar sekolah,” terang Onno.
Dengan koneksi ini, masing-masing sekolah bisa bertukar pengalaman dan pengetahuan serta transfer informasi. Selain itu mereka juga bisa saling berinteraksi meskipun mereka dari bermacam-macam daerah dan budaya yang berbeda.(@nx/rif)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menggelar program Internasional Community and Technological Camp (Commtech)
Kampus ITS, ITS News — Menyambut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh