ITS News

Senin, 17 Juni 2024
01 Februari 2006, 11:02

Separuh Lebih Lukisan Kaca Terjual di Hari Pembukaan Pameran

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Apresiasi warga kampus ITS terhadap lukisan cukup besar. Ini terbukti dalam acara pembukaan pameran lukisan kaca hasil karya mahasiswa Arsitektur angkatan 2005, Rabu siang (1/2), lebih dari separuh dari 104 lukisan yang dipamerkan, laku terjual.

Selain sebagai apresiasi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Estetika Rupa, pameran seni rupa ini juga untuk membantu korban bencana alam di Jatim. Dalam sambutan pembukaannya, Pembantu Rektor III ITS, Dr Ir Achmad Jazidie MEng mengatakan, kegiatan pameran seperti ini perlu terus dilakukan dengan mengusung tema-tema berbeda. “ITS akan memfasilitasi semua kegiatan yang berkait dengan kreativitas mahasiswa. Jika perlu diagendakan setahun dua kali tiap akhir semester,” katanya.

Tentu, bukan hanya terbatas pada pameran-pameran lukisan hasil karya mahasiswa dari Arsitektur, seperti yang saat ini dilakukan, tapi terbuka luas untuk semua mahasiswa dari berbagai jurusan. “Ini penting agar masyarakat juga mengetahui berbagai kegiatan dan aktivitas serta kreativitas mahasiswa ITS,” katanya.

Jazidie kemudian menjelaskan tentang makna dari tema pameran lukisan kaca yang diusung panitia, Berani Ngaca. “Tema ini punya makna sangat dalam. Jika kita berani melihat kemampuan dan potensi diri yang bisa dilakukan melalui media kaca atau cermin, kita bisa menjadi manusia yang tahu diri serta dapat menempatkan diri dengan benar di tengah-tengah masyarakat atau sebagai mahasiswa secara sadar tahu akan potensi diri yang harus dikembangkannya,” katanya.

Sementara Dra Lubna Algadrie MA, Ketua UPT Bahasa ITS, yang membeli tiga lukisan sekaligus dalam acara pembukaan itu mengatakan, keinginannya memiliki lukisan para mahasiswa itu lebih pada untuk memberikan apresiasi kepada para mahasiswa disamping untuk tujuan membantu korban bencana alam. “Saya sangat kagum dengan lukisan-lukisan yang dipamerkan ini, dan secara substansial tak kalah menariknya dengan pelukis-pelukis terkenal. Proses kreatif inilah yang harus dinilai dan dihargai dengan cara mengapresiasi lewat memiliki lukisan-lukisan mereka,” katanya.

Beberapa mahasiswa yang lukisannya laku terjual, saat diminta komentar mengaku merasa bangga dengan apa yang telah dihasilkannya lewat karya lukisan kaca. “Saya memang baru pertama kali melukis dengan media kaca dan ternyata jauh lebih sulit, karena cara melukisnya terbalik. Tapi dengan telah terjualnya hasil karya saya, saya bisa berbangga dengan apa yang telah dihasilkan,” kata Danny Mahardika Wiyono Putra, yang juga ketua kegiatan pameran itu.

Dosen Pembina Mata Kuliah Estetika Rupa, Drs R Bambang Gatot Soebroto mengatakan, niat memamerkan hasil karya dari para mahasiswanya itu terdorong untuk menjajaki pasar terhadap karya para mahasiswa sekaligus ajang apresiasi dan menunjukkan capaian dari hasil pemahaman mahasiswa terhadap matakuliah yang telah diajarkannya.
“Ternyata kami terkejut dengan apresiasi para sivitas akademika ITS yang tidak hanya bisa menikmati dan menilai sebuah karya mahasiswa, tapi juga berminat untuk memiliki,” katanya.

Dikatakannya, mata kuliah Estetika Rupa, bertujuan antara lain bagaimana para mahasiswa dapat melatih diri di dalam memahami kepekaan-kepekaan didalam mewujudkan sesuatu yang mungkin abstrak menjadi sebuah kenyataan. “Dalam kapasitas tujuan itulah maka para mahasiswa dituntut untuk menggambar atau melukis, sehingga melalui gambar atau lukisan itu akan tercapai kepekaan mahasiswa akan garis, bentuk, rupa, warna, bidang, tekstur dan lainnya. Nah lukisan kaca ini merupakan salah satu capaian dari akumulasi materi-materi yang telah diberikan didalam mata kuliah estetika rupa,” katanya. (Humas/rin)

Berita Terkait