ITS News

Senin, 17 Juni 2024
31 Januari 2006, 11:01

Gelar Pameran Lukisan untuk Bantu Korban Bencana Alam

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

“Pameran lukisan kaca ini, selain apresiasi dari mata kuliah yang telah kami tempuh juga bertujuan untuk menggali dana bagi korban bencana alam di Jatim. Ada seratus lebih lukisan yang siap dipamerkan, semuanya hasil karya para mahasiswa arsitektur yang duduk di tahun pertama,” kata Danny Mahardika Wiyono Putra, Ketua Kegiatan Pameran tersebut, Senin (30/1) siang.

Dikatakannya, pameran pertama akan digelar pada 1 hingga 4 Februari di gedung Rektorat ITS, selanjutnya pameran akan dilanjutkan pada 13-17 Februari di Plasa Dokter Angka, juga masih di lingkungan kampus ITS. “Kami berharap banyak warga kampus dan para tamu yang berkunjung ke ITS tertarik dan berkenan memiliki lukisan-lukisan ini. Harga yang kami patok tidak terlalu mahal hanya Rp 300 ribu untuk ukuran lukisan kaca 70 x 50 cm. Dana yang terhimpun setelah sebagian diserahkan kepada para mahasiswa untuk mengganti biaya pembuatan akan diserahkan uintuk korban bencana alam,” katanya.

Danny yakin, pamerannya bakal sukses, mengingat dari seratus lebih lukisannya itu, 30 diantaranya sudah laku terjual. “Pameran ini baru pertama kali kami lakukan, tapi kami yakin bisa sukses mengingat sebelum dipamerkan sudah ada 30 lukisan terjual. Meski sudah terjual, sebagai apreasiasi kami tetap akan memamerkannya, siapa tahu ada yang mau membeli lebih tinggi lagi dari pemilik lukisan yang sudah membelinya terlebih dahulu,” katanya.

JAJAKI PASAR

Sementara itu, Dosen Pembina Mata Kuliah Estetika Rupa, Drs R. Bambang Gatot Soebroto mengatakan, niat memamerkan hasil karya dari para mahasiswanya itu terdorong untuk menjajaki pasar terhadap karya para mahasiswa sekaligus ajang apresiasi dan menunjukkan capaian dari hasil pemahaman mahasiswa terhadap matakuliah yang telah diajarkannya.

“Kami ingin menunjukkan kepada para mahasiswa bagaimana membuat karya yang baik dan punya nilai estetika dan komersial. Karena itu hasil dari penjualan ini sebagian kami kembalikan kepada mereka yang telah mengeluarkan dana untuk pembuatan, sedang sisanya akan diserahkan untuk korban bencana alam,” katanya.

Tujuan mengembalikan uang kepada para mahasiswa dari karya yang terjual itu, kata Gatot menjelaskan, untuk memotivasi mereka berkarya kembali dan harapannya mereka menyadari potensi yang ada dalam dirinya untuk membuat lagi dalam bentuk dan karya yang lain.

“Sedang dari segi pendidikan kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, terutama masyarakat kampus tentang capaian dari mata kuliah estetika rupa, dimana didalamnya dipelajari tentang bagaimana mengasah kepekaan para mahasiswa terhadap garis, bentuk, rupa, warna, bidang dan tekstur. Hasil lukisan kaca ini merupakan capaian dari akumulasi materi-materi tersebut,” katanya. (Humas/ftr)

Berita Terkait