ITS News

Senin, 30 Januari 2023
07 Januari 2006, 14:01

JMMI Berangkatkan Relawan ke Jember

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Menurut koordinator relawan JMMI untuk Jember, Muhammad Yasrif Ananda, awalnya JMMI menggandeng ISTEK, sebuah lembaga yang terdiri dari dosen-dosen ITS, dalam mengkoordinasikan dan mendanai relawan. "Sebenarnya dari awal kami bekerjasama dengan Istek yang rencananya akan memfasilitasi keberangkatan relawan JMMI,” tandas mahasiswa jurusan Teknik Informatika ITS ini. Namun, lanjut Yasrif, rupanya Istek lebih memfokuskan diri untuk membangun pengadaan instalasi pengairan bersih di Jember. "kita paham mungkin mereka sibuk dengan itu, sehingga kita tangani sendiri,” tambahnya.

Rencananya, jelas Yasrif, gelombang pertama akan diberangkatkan pada Minggu pagi (8/1). Diharapkan relawan JMMI dari kloter pertama akan melihat kondisi dan kebutuhan daerah musibah. "Lihat kondisi dulu, apakah masih butuh banyak bantuan, serta apa saja yang diperlukan, sehingga untuk gelombang kedua dapat lebih dioptimalkan," jelas mahasiswa angkatan 2003 ini. Para relawan nantinya akan ditempatkan selama tiga hari di Jember. Setelah itu akan dilanjutkan dengan gelombang berikutnya yang rencananya akan menyusul setelah hari raya Idul Adha, Rabu mendatang (11/1).

Untuk pengaturan dan penempatan di sana, imbuh Yasrif, pihaknya telah bekerjasama dengan Lembaga managemen Infaq (LMI). “Kondisinya tidak semua orang bisa masuk ke lokasi, sebab di sana sedikit relawan yang sebenarnya, sedangkan lebih banyak wisatawan saja,” komentarnya. Maksud yang dianggap Yasrif wisatawan di sini adalah orang-orang yang hanya ingin melihat-lihat kondisi dan lokasi bencana. “Untuk itu, tidak sembarangan orang yang bisa ke sana, kami telah mengatur ijin untuk bisa masuk,” imbuh Yasrif. Relawan putra akan ditugaskan membantu apa saja, sedangkan bagi putri menangani bagian dapur dan pengobatan.

Dikatakan Yasrif, saat pendaftaran banyak sekali yang berminat terutama dari anggota JMMI. Namun sayangnya, tidak semua pendaftar dapat diakomodir karena terganjal pendanaan selama disana. "Sebenarnya banyak yang ingin jadi relawan, tapi kami membatasi. Pemberangkatan awal yang berangkat sekitar 12 putra dan dua putri," ungkap Yasrif mengakhiri. (th@/asa)

Berita Terkait