ITS News

Senin, 17 Juni 2024
13 Desember 2005, 10:12

ITS akan Gelar Konferensi Internasional SCM

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Ketua Panitia Dr Ir I Nyoman Pujawan, MEng, Senin siang (12/12) kepada wartawan mengatakan, konfrensi untuk pertama kali diadakan ini membahas berbagai perkembangan hasil penelitian yang berkait dengan ilmu supply chain management (SCM) dari para pakar dan peneliti ditingkat internasional. “Ada 26 negara dengan 90 peserta dari luar negeri yang sudah memastikan hadir. Jumlah itu mengalami penurunan akibat terjadinya Bom Bali II beberapa waktu lalu. Sebelum ada peristiwa Bom Bali II jumlahnya mencapai 300 lebih peserta,” katanya.

Meski demikian, konfrensi ini tidak kehilangan makna, karena dua pakar masing-masing Prof Kai Mertins, Direktur dari Institute of Production and Logistic, Berlin, Jerman dan Prof Luk Van Wassen Hove dari INSEAD, Perancis tetap hadir. “Sebagai pakar yang memiliki reputasi internasional dalam supply chain management kehadiran mereka memberikan bobot tersendiri dalam konfrensi nanti. Mereka akan menyampaikan topic tentang closed-loop supply chain,” katanya.

Materi itu, kata Nyoman yang baru saja meluncurkan buku Supply Chain Management berbahasa Indonesia, intinya adalah bagaimana menciptakan sitem industri berupa lingkaran dengan proses yang selalu berputar, bukan seperti garis lurus sebagai mana dipahami dalam supply chain management selama ini yang berhenti di satu titik. “Jadi konsep dalam proses closed-loop supply chain bukan hanya membuat atau mengirimkan produk ke pelanggan, tapi juga mengupayakan produk tersebut kembali ke suatu titik untuk digunakan lagi (reuse) atau dihancurkan supaya limbahnya tidak merusak lingkungan,” kata doktor lulusan Lancaster University, Inggris ini.

Tentu materi ini erat kaitannya dengan sebagian besar kondisi industri di Indonesia, yang mengalami keterbatasan didalam sumber daya. “Kami memilih materi ini agar para peserta, terutama yang berasal dari Indonesia terdorong untuk melakukan penelitian dan kajian tentang supply chain management yang berkait dengan penggunaan sumber daya dalam jumlah terbatas,” katanya.

Pilihan materi ini, kata Nyoman menambahkan, mengingat banyak industri yang bahan bakunya tidak mudah didapat, sehingga isu keberlanjutan (sustainability) menjadi penting untuk dipertimbangkan. “Ke depan materi ini menjadi penting untuk dipertimbangkan bagi kalangan industri di Indonesia, bukan semata-mata karena tuntutan pasar atau masyarakat di dalam negeri yang menghendaki seperti itu, tapi juga persaingan pasar global yang memang mensyaratkan itu,” katanya.

Karena itu, kata dosen Jurusan Teknik Industri kelahiran, Bangli, 7 Januari 1969 ini menambahkan, ia sangat bersyukur sebagian besar peserta dari Indonesia yang ikut bukan hanya dari kalangan perguruan tinggi, tapi juga praktisi industri yang memang berminat untuk mengembangkan supply chain management di perusahaannya. “Meski keikutsertaan mereka yang berasal dari kalangan industri bukan untuk menyampaikan materi, tapi kami bersyukur kehadiran mereka paling tidak akan memberi penyadaran lebih luas tentang makna dan arti supply chain management,” katanya.

Memang ungkap Nyoman, dari sekitar 135 makalah yang akan disampaikan dalam konfrensi itu, sebagian besar berasal dari perguruan tinggi, dengan rincian 95 makalah dari luar negeri sedang sisanya dari dalam negeri termasuk tiga dari kalangan industri. (Humas/rin)

Berita Terkait