ITS News

Sabtu, 18 Mei 2024
04 Desember 2005, 11:12

Kenalkan Teknik Sipil Lewat Kompetisi Jembatan Stik

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kompetisi yang digelar mahasiswa angkatan 2005 Program Studi D3 Teknik Sipil ini bernama Bridge Construction Competition 2005 (BCC). Dalam kompetisi ini peserta diharuskan membuat sebuah konstruksi jembatan dengan bentang 50 cm dan lebar 10 cm. Bahan yang disediakan panitia dan harus digunakan peserta pun hanya terbatas yakni 150 stik es krim, 70 tusuk sate, serta sejumlah perekat. Dan itu harus diselesaikan dalam 3,5 jam.

Jumlah peserta yang ikut serta dalam kompetisi ini adalah sebanyak 18 tim. Tiap tim terdiri dari dua orang. Menurut Tiggi Perkasa Hardya selaku ketua panitia BCC 2005, kegiatannya ini sebenarnya membidik siswa-siswi SMA/SMK se-Jawa Timur. Pihaknya telah mengirimkan sekitar 200 undangan ke SMA/SMK di Jawa Timur.

Namun, disayangkan saat itu banyak pihak sekolah yang memastikan tidak dapat turut serta karena sedang mengadakan ujian atau ada kegiatan lokal lain. ”Itu sebabnya peserta kali ini hanya 18 tim dan kebanyakan dari daerah Surabaya dan Gresik,” kata Tiggi.

Kegiatan ini sendiri dimaksudkan sebagai salah satu cara memperkenalkan profesi teknik sipil kepada siswa-siswi SMA/SMK. ”Maka dari itu kita pilih lomba bikin jembatan. Karena lebih familiar di mata mereka. Selain menguji kreativitas, kegiatan ini juga ingin mengenalkan profesi teknik sipil, khususnya teknik sipil terapan sejak dini,” ungkap mahasiswa angkatan 2005 ini.

Ditambahkan Tiggi, kompetisi perdana ini memiliki beberapa kriteria penialaian. Pertama adalah kekuatan jembatan terhadap beban. Lalu, keindahan estetika, ketepatan ukuran serta efisiensi bahan. ”Semua kriteria telah ditentukan porsinya. Untuk kekuatan kita ambil 40 persen penilaian. Estetika 30 persen, lalu ukuran serta efisiensi bahan masing-masing 15 persen,” kata mahasiswa asal Jakarta ini.

Proses penilaian dalam kompetisi ini dilakukan secara terbuka di depan peserta dengan dinilai oleh tim juri yang kompeten pada bidang konstruksi jembatan. Sebut saja, staf ahli pada Proyek Jembatan Suramadu Ir Chomaedhi CES Geo, Ir Ibnu Pudji Rahardjo MS selaku Staf Pengajar DIII Teknik Sipil FTSP ITS Bidang Keahlian Jembatan serta Ir M Sigit Darmawan MSc PhD.

Setelah melalui proses penjurian akhirnya keluarlah juara pertama SMKN 5 SBY dengan jembatan yang mampu memikul beban sebesar 81,8 kg. Kemudian disusul juara dua dan tiga berturut-turut dari SMAN 10 Surabaya dan SMAN 1 Surabaya. Para pemenang itu mendapatkan hadiah-hadiah berupa Tropy. Uang tunai serta sertifikat.

Peserta Cerdik, Panitia dan Juri Terkesima
Bridge Construction Competition (BCC) yang baru pertama kali digelar mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil ITS Sabtu (3/12) di Kampus Manyar ITS mendapatkan respon positif dari kalangan peserta. Sebagian besar dari mereka ingin agar acara seperti itu berkelanjutan.

Seperti diungkapkan Endah, wakil dari SMKN 5 Surabaya yang juga keluar menjadi juara pertama pada kompetisi ini, ”Saya senang sekali bisa ikut dalam lomba semacam ini. Karena sekaligus sebagai penerapan studi saya di SMKN 5 Surabaya bidang bangunan gedung.” Dalam kompetisi ini Endah bersama Sarjito rekan satu timnya berhasil keluar sebagai juara satu dengan Jembatan yang mampu memikul beban sebesar 81,8 Kg.

Endah mengatakan, saat mengikuti kompetisi ini tim-nya telah melakukan beberapa persiapan. Dia dan rekannya telah mencoba membuat desain konstruksi jembatan terlebih dahulu disekolahnya. Namun, konstruksinya saat itu hanya dapat memikul beban sekitar 28 kg.

Lalu dengan dibimbing seorang guru mereka mendesain ulang kembali jembatan dengan perkuatan lebih dititik-titik rawan. ”Saat perhitungan ulang itu kami yakin beban terpusat maksimum yang dapat dipikul kira-kira sekitar 40 Kg. Tapi ternyata saat diuji di kompetisi ini ternyata hasilnya dua kali lipat,” kata Sarjito senang. Juri dan panitia pun saat itu terkesima dengan jembatan hasil karya siswa-siswi SMKN 5 Surabaya ini. Karena menurut perhitungan pihak panitia beban maksimum hanya berkisar 50 kg.

Melihat respon kegiatan yang positif. Pihak Program Studi D3 Teknik Sipil berencana akan mengadakan kegiatan ini sebagai ajang rutin. Ir Boedi Wibowo CES selaku kepala program studi mengatakan sangat mendukung sekali kegiatan semacam ini. ”Untuk tahun ke depannya kami berencana akan menjadikan even tahunan. Tentunya even selanjutnya akan dimodifikasi lagi menjadi lebih menarik dan mewakili pengenalan profesi teknik sipil terapan secara umum. Bukan hanya lomba jembatan yang mewakili Bangunan transportasi tapi juga Bangunan Gedung dan Bangunan Air,” katanya. (asa/tov)

Berita Terkait