ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
11 November 2005, 10:11

IKA ITS Gagas Lembaga Kajian Kebijakan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Homecoming Days 2 (HCD) bertema Ayo Mulih Rek yang digagas Ikatan Alumni (IKA) ITS ini mempunyai beberapa agenda acara. Salah satunya, seminar sehari dengan tema Kebijakan Teknologi dan Industri di Indonesia. Acara yang dikemas dalam bentuk Talk Show ini menghadirkan Dirut Pindad, Dirut Semen Gresik, Dirut Adhi Karya, Presiden Direktur PT Barata Indonesia dan Profesor Johan Silas.

Dalam seminar yang dihadiri ratusan alumni ITS ini, terungkap tujuan IKA ITS untuk membuat sebuah lembaga yang akan mengkritisi kebijakan untuk pengembangan teknologi dan industri. Ir Harsusanto MM, Presiden Direktur PT Barata Indonesia, dipercaya untuk menjadi kordinator pembentukan lembaga ini.

Menurut Harsusanto, pembentukan lembaga ini dilatar belakangi belum adanya kebijakan terpadu dari pemerintah dalam menghadapi era globalisasi. "Selama ini kita sudah mendengar dan mengetahui kiprah dari lembaga-lembaga pengkajian sosial, politik, hukum dan ekonomi. Maka sekarang saatnya alumni ITS mencoba memulai membuat lembaga kajian dibidang teknologi dan Industri," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Harsusanto, lembaga ini bertekad membantu pemerintahan SBY beserta kabinetnya untuk mempercepat pembangunan. "Dalam Tennov nanti, kita akan memberi masukan kepada pemerintah supaya pemerintah dapat lebih cepat, cerdas dan bijak dalam mengambil kebijakan," katanya.

Namun ditambahkannya, dalam memberi masukan, lembaga tidak berarti memposisikan berhadap-hadapan dengan pemerintah melainkan sebagai lembaga kajian kritis terhadap kebijakan pemerintah dan memberikan masukan. Lembaga juga telah disiapkan sebagai lembaga nirlaba dan dananya diambil murni dari alumni ITS.

Rencananya lembaga ini akan di-launching pada awal Desember nanti. "Seminar ini merupakan langkah awal kami merealisasikannya. Untuk nama lembaga kami sudah punya yakni, Tennov yang artinya Sepuluh Nopember," kata pria berkacamata ini.

Lalu hal-hal apa saja yang akan menjadi bahan kajian kritis Tennov? Diungkapkan Harsusanto, Tennov pada tahap awal akan lebih fokus pada kompetensi yang dimiliki alumni ITS dan civitas ITS. Kompetensi itu meliputi tiga bidang kajian yaitu kelautan, ICT (Information and Communication Technology), serta energi. "Tapi juga tidak menutup kemungkinan akan berkembang kompetensi kajiannya seiring perkembangan alumni ITS dan ITS," katanya mantap. Diutarakannya pula, untuk memperkuat eksistensi dan keutuhan lembaga Tennov, saat ini masukan berupa pemikiran dari para alumni masih terus ditunggu.

Sementara itu, Pembantu Rekltor III ITS Dr Ir Achmad Jazidie MEng mengatakan, sudah saatnya ada lembaga yang mengkritisi kebijakan untuk pengembangan teknologi dan industri. "Jika dilihat saat ini, bangsa kita masih sangat tergantung dengan produk teknologi dari luar. Sudah saatnya alumni ITS yang notabene punya kompetensi di bidang industri dan teknologi melakukan kajian-kajian mengenai itu. Jika ide ini terealisasi, bisa jadi ini merupakan lembaga pertama yang melakukan kajian kebijakan-kebijakan industri dan teknologi," katanya.(asa/rin)

Berita Terkait