ITS News

Senin, 30 Januari 2023
11 Oktober 2005, 09:10

Koran Gondrong di Kantin ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Bedah buku sering terdengar di telinga kita. Namun, bagaimana jika yang dibedah itu adalah film, apalagi lokasinya tidak di tempat formal tapi tempat santai, yaitu kantin. Inilah ide unik yang terlintas oleh panitia Ramadhan Di kampus 1426 H (RDK 26) – Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI ITS). Dua judul film yang dibedah pun menarik, Koran Gondrong dan Rumah Besar Tanpa Jendela. Puluhan mahasiswa ITS menyimak pemutaran film yang digelar Senin pagi (10/10).

Film bernuansa Islam ini sengaja diputar untuk menyemarakkan Ramadhan. Seperti Koran Gondrong. Film berdurasi pendek ini (sekitar 30 menit) menceritakan persahabatan seorang anak tak mampu dengan pria dari kalangan berada. Keduanya punya kesamaan fisik yaitu berambut gondrong dan tidak ingin rambutnya dipotong.

Si anak, Udin, mengais rejeki dengan berjualan koran. Rambut gondrongnya seringkali mendatangkan rejeki berlebih. Banyak pembeli koran yang memberikan uang lebih agar Udin bisa memotong rambutnya. Di satu sisi, pria kaya sahabat Udin mempertahankan rambut gondrongnya meski keluarganya mengiming-imingi sejumlah uang agar ia mau memotong rambutnya.

Film ini ditutup dengan tindakan sang pria kaya merelakan rambut kebanggaannya dipotong. Ini dilakukan demi memperoleh sejumlah uang dari keluarganya untuk biaya operasi Udin yang tergolek lemah di rumah sakit akibat dikeroyok preman.

Adhe Priambodo, salah satu pembedah film mengatakan alasannya mengadakan bedah film. “Seni visual dalam dakwah lebih mencapai sasaran daripada seni yang lain,” kata mantan ketua JMMI periode 2001-2002. Dinamika kehidupan seorang muslim, lanjut Adhe, benar-benar diuji dalam setiap episode kehidupan. Salah satunya bisa dilihat melalui film Koran Gondrong. Di sini digambarkan bagaimana cara manusia (Udin dan pria kaya) menyikapi masalah yang terjadi. “Ini diperlihatkan dengan bagaimana dia merespon ujian yang dihadapi,” komentar Adhe.

Pesan penting lain yang dapat ditangkap dari film ini berupa kedekatan persahabatan yang terjalin erat. “Kedekatan ukhuwah,” tandas Adhe. Dimana pria kaya merelakan rambutnya dipotong demi mendapatkan uang untuk biaya operasi temannya, Udin. (th@/rin)

Berita Terkait