ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
22 September 2005, 09:09

Ramadhan, Ibadah Wajib Bernilai Tujuh Puluh Lipat

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Bulan Ramadhan seminggu lagi tiba. Banyak cara untuk menyambut kehadiran bulan mulia ini. Salah satu persiapan yang dilakukan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS yaitu dengan mengadakan kajian bertema Mulianya Ramadhan, Rabu kemarin (21/9) di ruang utama masjid Manarul Ilmi ITS. Puluhan mahasiswa larut dalam uraian yang dibawakan Ustadz AbdusSalam.

Salam mengawali materi dengan menjelaskan keutamaan di bulan Ramadhan. “Di bulan mulia ini banyak dilimpahkan rizki dan pahala, ibadah wajib saja bernilai tujuh puluh kali lipat pahala. Sedangkan ibadah sunah setara dengan ibadah wajib,” papar Salam kepada peserta. Selain itu, di bulan yang penuh hikmah ini dapat melatih kita dalam berbagai kesabaran. “Ramadhan merupakan bulan kesabaran, sabar untuk tetep bergaul dengan orang soleh, sabar dalam meninggalkan maksiat, dan sabar dalam menerima takdir illahi, intinya butuh kesabaran untuk meraih syurga,” jelasnya panjang lebar.

Selain dianggap sebagai bulan kesabaran, Ramadhan juga dimaknai sebagai bulan solidaritas. “Agenda penting berpuasa adalah menjalin ukhuwah dengan masyarakat, maka Ramadhan disebut juga bulan solidaritas,” tandas ustadz yang pernah tinggal di Yogyakarta ini. Jangan sia-siakan, lanjut Salam, untuk meminta dan berdoa karena bulan ini merupakan momen terbaik untuk mustajabnya (diterimanya) doa.

Ada empat persiapan yang harus dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan. Keempat persiapan itu adalah jasadiyah, ruhaniyah, fikriyah, dan materi atau maal. Jasadiyah adalah persiapan fisik dan kesehatan. “Kalau sakit segera diobati, jangan betah-betah dalam kondisi sakit,” canda Salam hingga memancing tawa peserta kajian. Rasulullah sendiri mempersiapkan fisik puasa wajib dengan berlatih puasa sunah di bulan Sya’ban yang jatuh sebelum bulan ramadhan.

Untuk persiapan ruhaniyah dilakukan dengan menambah ibadah. Sedangkan untuk materi, lanjut Salam, dengan memperbanyak amalan infaq dan shodaqoh. “Selain itu, harus diseimbangkan antara pola tidur, makan dan olahraga, sinkronkran ibadah satu dengan yang lainnya,” tutur ustadz berperawakan subur ini. (th@/rin)

Berita Terkait