ITS News

Kamis, 11 Agustus 2022
16 September 2005, 08:09

Kaum Buruh Setuju Reshuffle

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Beberapa elemen lembaga mahasiswa yang ada membuat pernyataan sikap. Salah satunya dengan aksi damai. Dalam aksi tersebut, pada intinya mereka menutut adanya reshuffle tim ekonomi kabinet SBY-Kalla dan menolak kenaikan BBM.

”Psikologi ekonomi yang ada saat ini membutuhkan perubahan, tapi karena itu hak presiden, maka minimal kami menuntut adanya evaluasi dari tim ekonomi kabinet,” ungkap Rio Muhammad, Menteri Luar Negeri BEM ITS. Rio menjelaskan bahwa sebelum menggelar aksi, dia sudah mengumpulkan wacana yang ada dari masyarakat.

Dalam aksi kemarin, elemen yang turut berpartisipasi adalah BEM ITS, BEM Unair, dan KAMMI Surabaya yang tergabung dalam Front Mahasiswa Surabaya. ”Sebenarnya BEM Unibraw juga ikut, tapi karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya mereka tidak ikut pada aksi kali ini,” mahasiswa Teknik Geodesi ini menambahkan.

Selain itu, sebenarnya mereka juga mengundang lembaga Forum Buruh Surabaya (FBS) untuk terjun aksi. Namun, yang hadir kemarin hanya Ketua FBS, Jamal, dan dua orang anggota. ”Beberapa waktu lalu kami diberitahu dan diundang, tapi karena ada masalah yang perlu penanganan segera, kami tidak bisa ikut langsung,” terang Jamal ditemui di tengah aksi kemarin.

Jamal sendiri mengaku setuju dengan reshuffle tim ekonomi. Menurutnya, tim ekonomi tidak hanya terdiri dari ahli ekonomi, tapi juga dari akademisi. Dan prinsip ekonominya berbasis Neo-Liberal, bukan ekonomi kerakyatan, sehingga rakyat tidak terlalu diperhatikan. ”UMK kita sekarang hanya Rp 578 ribu per bulan, sedangkan di luar negeri yang namanya miskin berpenghasilan US 2 per hari, jika dikurskan sekitar Rp 600 ribu per bulan,” jelas Jamal.

Dalam aksi itu, secara langsung menuntut mundur beberapa mentri kabinet Indonesia Bersatu. Diantaranya, Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Keuangan Yusuf Anwar, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Menteri Ekuin Abu Rizal Bakrie, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Sri Mulyani. Keenam menteri itu diperankan para demonstran dengan berkalungkan keplek nama dan jabatannya.

Aksi kemarin didatangi langsung Kapolsek Genteng AKP M. Fathoni bersama beberapa anggota. Sementara anak buahnya membantu mengatur lalu lintas, Fathoni sempat berdialog dengan para demonstran. Kemudian dia menanyakan kapan aksi berakhir, sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya tentang adanya aksi tersebut. Fathoni menghimbau, sebelumnya demonstran harus memberitahu pihak kepolisian sebelum melakukan aksi.

Setelah puas berorasi meneriakkan uneg-unegnya, para demonstran mengakhiri aksi tidak lama setelah kedatangan Fathoni. (ech/tov)

Berita Terkait