ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
06 September 2005, 16:09

Awalnya Pesimis Bisa Juara Satu

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Olimpiade Kimia 2005 tingkat SMA se-Jawa Bali, Senin (5/9) kemarin, digelar Himpunan Mahasiswa Kimia ITS. Kegiatan yang bertempat di Graha Sepuluh Nopember ini berlangsung seharian sejak pagi dan diikuti sedikitnya 78 tim dari berbagai SMA di Jawa-Bali.

Setelah melalui kompetisi alot, dengan tiga babak yakni penyisihan, semifinal dan final, akhirnya diperoleh empat juara berturut turut dengan dua tim Frateran yang berhasil menyabet juara satu dan tiga. Sementara itu, SMA Tabanan Bali berhasil menjadi juara dua dan SMA 1 Trenggalek yang harus berpuas diri dengan meraih juara empat.

Meski juara, tapi siapa sangka jika Agus Herryanto dan Charles Tanowijaya dari tim Frateran yang merebut juara satu, awalnya pesimis bakal menang. Mereka mengatakan saat semifinal hanya bisa pasrah dan berdoa agar masih bisa lolos, minimal sampai final. ”Dari awal babak penyisihan kita memang sudah pesimis bisa menang. Itu karena dibabak pertama kita hanya di urutan 16,” kata Agus.

Namun nyatanya, kedua siswa SMU kelas IPA ini mampu melaju sampai babak final dan tampil sebagai juara dengan skor 80. Dikatakan Agus, untuk soal-soal yang diberikan oleh panitia, sebagian besar ilmu dasarnya telah mereka peroleh. Keduanya mengaku pernah aktif dalam Karya Ilmiah Remaja (KIR) Kimia di sekolahnya. ”Di sekolah, selain pernah ikut KIR Kimia, kami juga mendapat bimbingan intensif berupa dasar materi dan pengembangannya dari guru pembimbing, Ibu Emi,” ungkap siswa kelahiran 16 Agustus 1988.

Agus dan Charles memang tergolong siswa yang aktif dan sering mewakili sekolahnya untuk tampil di berbagai lomba. Dalam seminggu ini saja, dikatakan Charles, mereka sudah tiga kali mengikuti lomba mewakili Frateran. ”Kemarin Sabtu, kami ikut lomba kimia di Universitas Widya Mandala dan keluar sebagai juara tiga. Sedang hari minggunya lomba Akuntansi di SMA 6 Surabaya dan lolos ke babak semifinal,” ungkap Charles.

Uniknya jika ditanya tentang pelajaran SMA yang disukai, keduanya mengatakan hampir semua pelajaran mereka suka. Tapi saat ditanya yang paling disuka, kontan keduanya memilih Kimia. Agus Herryanto, putra pasangan Budi Herryanto dan Cindra Susanto, menyatakan menyukai Kimia karena di bidang ini banyak peristiwa baru yang bisa ia telusuri.

Lain lagi dengan Charles. Cowok kelahiran 12 Juli 1988 ini mengatakan, Kimia menjadikannya lebih dekat dengan Tuhan. ”Saat belajar Kimia dan peristiwa-peristiwa didalamnya, saya jadi yakin bahwa Tuhan benar-benar ada,” kata putra pasangan Bambang Soehartono dan Wis Tilaar ini.

Keduanya mengaku senang dengan prestasi yang mereka torehkan di Graha ITS ini. Selain mendapat piala tetap Mendiknas dan uang tunai dua juta rupiah, mereka juga berhak mendapat prioritas utama masuk ITS melalui PMDK prestasi. ”Karena dapat prioritas PMDK, kemungkinan kami akan melanjutkan studi di ITS,” sahut keduanya. Selain itu keempat juara dari olimpiade ini nantinya juga akan diikutkan olimpiade IKA HIMKI rayon C.

Sementara itu, Olimpiade Kimia ini direncanakan akan menjadi program rutin tahunan Himpunan Kimia ITS dan didukung sepenuhnya oleh jurusan Kimia FMIPA ITS. Dikatakan Dr Mardi Santoso, Ketua Jurusan Kimia FMIPA ITS, kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu Kimia. ”Saat ini minat terhadap kimia sudah cukup bagus. Untuk itu, kita berusaha tingkatkan dengan menciptakan kompetisi pengetahuan Kimia semacam ini,” kata Mardi.(asa/rin)

Berita Terkait