ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
05 September 2005, 17:09

TFM Bahas Metode Pengajaran Al Quran

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Ratusan mentor yang hadir pada acara Training for Mentor 1 bukan sembarang mentor. Mereka telah lulus tiga tahapan screening yaitu tes tulis, wawancara dan baca Al Quran. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4/9), para mentor dibekali berbagai ilmu dan wawasan tentang kegiatan mentoring yang nantinya mereka lakukan. Mentoring merupakan kegiatan wajib mahasiswa baru ITS yang akan masuk dalam penilaian mata kuliah agama.

Salah satu materi menarik yang disampaikan adalah tentang SuBaTa (Suplemen Baca Tulis Al Quran). Materi ini tergolong baru dan memasuki pengajaran pada tahun ke dua. Mentor (orang yang memberikan mentoring) akan menyeleksi bacaan dan cara menulis mente (orang yang dimentoringi), baik secara klasikal (bersama-sama) maupun individual.

Kali ini, BPM mengundang Abdul Rasyid, pengajar (Ustadz) Ma’had Ukhuwah Islamiyah sebagai pengisi materi SuBaTa. Rosyid mengawalinya dengan menjelaskan metode pengajaran baca tulis Al Quran dan beberapa motivasi. “Lalu yakinkan kepada mente bahwa baca Al Quran itu mudah, caranya dengan menghindari banyaknya pemakaian istilah untuk pemula serta beri arahan sederhana dan nggak rumit,” tandas alumnus jurusan Teknik Mesin ITS ini panjang lebar.

Selanjutnya dalam mengarahkan para mente, seyogyanya pelan-pelan dan bertahap. “Mulailah dari hal-hal yang telah dikenal dan diketahui menuju hal-hal yang sulit,” kata Rasyid. Tips lainnya, mulailah pengajaran dari hal (kesalahan) yang besar kepada hal yang kecil. Kesalahan itu dilihat yang fatal saja, misalnya cara membaca yang harus sama dengan huruf hijaiah dan panjang pendek bacaannya. “Karena kesalahan semacam ini dapat mengubah arti bacaan,” komentar pria berperawakan tinggi ini.

Yang paling utama adalah pengulangan bacaan. “Dalam berlatih, pengulangan itu penting dan harus. Mengulang adalah hal yang paling efektif,” imbuhnya. Caranya, dengan menunjukkan kepada mente kesalahannya dan diminta mengulangi bacaan, bisa juga dengan menirukan bacaan dari mentor. Terakhir, “Ciptakan unsur fun, tapi tetap fokus dan sungguh-sungguh,” kata Rosyid memberi saran kepada mentor. (th@/rin)

Berita Terkait