ITS News

Senin, 17 Juni 2024
02 September 2005, 15:09

Mimpi ITS Masuk 200 Top Dunia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Di dalam forum yang pertama kali digelar oleh ITS International Office (ITS-IO), dosen-dosen yang diundang pun khusus. Hampir semua peserta adalah dosen S1 yang mengajar di ITS, undangan pun atas nama mereka pribadi, bukan jurusan. “Ditujukan langsung kepada si A atau si B yang jumlahnya 85 orang, serta data mereka masih muda dan tampaknya belum pernah melamar kuliah ke luar negeri,” jelas Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE Msc Ph D, Ketua Panitia Workshop.

Menurut dosen Teknik Lingkungan ini, tujuan diadakannya kegiatan ini memang untuk menampung dosen-dosen muda agar tergerak hatinya sekolah ke luar negeri. “Terlepas dari mutunya jelak atau tidak, yang pasti kita mendorong mereka kuliah di luar negeri,” kata Eddy. Karena untuk kuliah di sana, tantangannya pasti tambah besar.

Program ini juga merupakan keinginan dari rektor ITS. “Rektor punya mimpi hingga akhir jabatannya tahun 2007 nanti, ITS bisa masuk 200 universitas top dunia,” ungkap Eddy. Untuk mendapatkan posisi ini, ITS harus mendapatkan pengakuan internasional. “Salah satunya, dengan cara memberangkatkan bapak ibu dosen ke luar negeri,” tambah pria yang pernah menjadi dosen teladan tingkat institut tahun lalu ini.

“Kampus kita sekarang ini yang bergelar PhD masih 18 persen, jauh di bawah standar indikator internasional yang mengharuskan lebih atau sama dengan 75 persen,” kata Eddie. Unrtuk diketahui, tahun lalu ITS meraih 16,9 persen dosen bergelar PhD, sedangkan tahun 2005 naik menjadi 18 persen. Dari persentase ini, fakultas FTK-lah yang meraih jumlah paling tinggi yaitu sebesar 26 persen.

Mengenai kemungkinan keberhasilan program ini, Eddie mengaku optimis bisa menambah persentase jumlah dosen S3 ITS. “Memang kalau dilihat bukan mustahil tapi sulit dilakukan mengingat dalam jangka dua tahun menaikkan angka dari 18 ke 75 itu sulit, karena rasio tidak akan bisa mencapai setinggi itu, tapi kalau dinaikkan prosentasenya insya Allah bisa diusahakan,” papar dosen yang kini mempunyai dua mahasiswa S3 di luar negeri ini. Dengan penambahan persentase itu, ia optimis ITS bisa naik ke tiga besar se-Indonesia (saat ini masih lima besar,_red) untuk posisi gelar. Namun, untuk masuk 200 kampus top dunia memang masih dibutuhkan perjuangan panjang. “ITB saja masih mencapai 50 persen, dan belum masuk 200 kampus top dunia,” kata Eddy yang juga ketua ITS International Office.(th@/rin)

Berita Terkait